OPINI

Mayjen TNI Agus SB: Terima Kasih Masyarakat Sulawesi dan Prajurit Sultan Hasanuddin

Suami artis Bella Saphira resmi meninggalkan jabatan Pangdam XIV Hasanuddin setelah sertijab dilaksanakan di Jakarta siang tadi.

Mayjen TNI Agus SB: Terima Kasih Masyarakat Sulawesi dan Prajurit Sultan Hasanuddin
INSTAGRAM/bellasaphiraofficial
Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Agus Surya Bakti dan istri Bella Saphira 

Belum lagi pada waktu itu di Sulawesi Tengah, kasus terorisme yang dipimpin Santoso menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Pada saat ditugaskan di Makassar, saya belum mengenal betul karakteristik masyarakat Sulawesi.

Setelah membaca berbagai literatur tentang masyarakat dan budaya Sulawesi serta dengan berbekal pengalaman, saya berupaya memberikan pengabdian dan bakti terbaik saya untuk bangsa dan negara di tanah Sulawesi.

Di penghujung tahun 2015, kami dihadapkan pada maraknya aksi unjuk rasa dan kejahatan jalanan di wilayah Makassar, tapi berkat tindakan tegas dan terukur, prajurit TNI yang tangguh, serta sinergitas dengan aparat kepolisian, ancaman keamanan yang meresahkan masyarakat tersebut dapat diminimalisir.

Memasuki tahun 2016, saya dihadapkan pada tantangan menuntaskan agresifitas kelompok Santoso di Poso.

Sebagai imbangan Operasi Tinombala yang telah lebih dulu digelar, saya mengusulkan dan memimpin Operasi Teritorial di Poso untuk memutus rantai dan hubungan kelompok teroris dengan para simpatisannya.

Baca juga: Opini M Aliem: Susu Kental Manis (SKM) vs Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

Baca juga: Opini Aswar Hasan: Kolom Kosong Rasa Petahana

Hal inilah yang mendesak Santoso keluar dari perkampungan dan lari masuk ke hutan. Lalu akhirnya tertembak oleh pasukan dari Satgas Tinombala Yonif 515 Raider/Kostrad di daerah Gunung Biru Komplek.

Keberhasilan ini bukan hanya milik saya, tetapi juga milik prajurit dan masyarakat serta kepolisian yang telah mengabdikan jiwa dan raganya untuk menjaga keutuhan NKRI.

Tugas tidak berhenti ketika Santoso telah tertembak, kami berupaya meminimalisir paham radikalisme di wilayah Poso dengan melakukan berbagai macam kegiatan teritorial.

Di antaranya melanjutkan Operasi Teritorial, termasuk Karya Bakti, peningkatan wawasan kebangsaan dan bela negara menjadikan Poso sebagai sasaran KKN Unhas dan lainnya.

Tahun ini, saya mengabadikan keberhasilan Operasi Teritorial di Poso menjadi tesis yang mengantar saya meraih gelar Magister Komunikasi pada Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help