Dua Perusahaan Besar di Luwu Punya Tunggakan Pajak, PT BMS Rp 500 Juta

Arsal juga menjelaskan alasan perusahaan tersebut pada tahun lalu tidak membayar pajak dikarenakan pergantian direksi.

Dua Perusahaan Besar di Luwu Punya Tunggakan Pajak, PT BMS Rp 500 Juta
desy/tribunluwu.com
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Luwu, Moh Arsal Arsyad 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Moh Arsal Arsyad, menyebut PT Bumi Mineral Sawerigading (BMS) masih belum menyelesaikan tunggakan pajak.

Perusahaan dengan rancangan smelter yang terletak di Kecamatan Bua, Luwu, memiliki tunggakan pajak Izin Membangunan Bangunan (IMB) dari tahun 2017 lalu.

"Tunggakan dari tahun lalu pajak IMB Rp 500 juta belum diselesaikan. Jadi sekarang tagihannya sudah dua tahun," katanya, Senin (23/7/2018).

Arsal juga menjelaskan alasan perusahaan tersebut pada tahun lalu tidak membayar pajak dikarenakan pergantian direksi.

Baca: Dispenda-Satlantas Polres Pangkep Jaring Puluhan Pengendara Tak Taat Pajak

"Pertemuan tahun lalu di sini alasannya sedang pergantian direksi. Nah sekarang sudah bulan Agustus belum juga ada," katanya.

Selain PT BMS yang mempunyai tunggakan, perusahaan besar lainnya yang juga berada di Kecamatan Bua, Luwu, PT Panply mempunyai tunggakan retribusi pengukuran kayu di tahun 2016 sebanyak Rp 400 juta.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved