Adiknya Nyaleg, Begini Cara Ketua KPU Sinjai Jaga Independensi

Tapi saya tegaskan bahwa tidak mencampuri urusan politik dia dengan tugas saya sebagai penyelenggara.

Adiknya Nyaleg, Begini Cara Ketua KPU Sinjai Jaga Independensi
samsul bahri/tribun-timur.com
Ketua KPU Sinjai, Muh Arsal Arifin 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai, Sulawesi Selatan, Muh Arsal Arifin tampak berhati-hati menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilihan umum.

Pasalnya saat ini Arsal dikelilingi kerabat yang masuk sebagai bakal calon anggota legislatif. Salah satu kerabat terdekatnya adalah adiknya yang bernama Mattalatta Arifin.

Sang adik ketua KPU Sinjai tersebut maju di Daerah Pemilihan (Dapil) I Sinjai yang meliputi Ibukota Sinjai, Sinjai Utara, Bulupuddo, dan Kecamatan Pulau Sembilan. Mattalatta maju melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan harus bersaing dengan petahana anggota DPRD Sinjai, Khairil Anwar.

Olehnya itu Muh Arsal Arifin sudah mempersiapkan diri agar kegiatan politik adiknya tidak bercampur dengan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu di KPU Sinjai.

Baca: Ingin Cetak Sejarah, Berikut Daftar Bacaleg PKB Enrekang Pada Pileg 2019

Baca: Merasa Bertanggung Jawab, Sekretaris DPC Aliansi Indonesia Selayar Muassir Ikut Nyaleg

"Siapa saja warga yang memiliki hak maju sebagai caleg. Tapi saya tegaskan bahwa tidak mencampuri urusan politik dia dengan tugas saya sebagai penyelenggara," kata Arsal, Senin (23/7/2018).

Untuk menjaga independensinya, Arsal meminta sang adiknya pindah dari rumahnya di Jl Gunung Bawakaraeng ke salah satu rumah pribadinya di salah satu perumahan di Kecamatan Sinjai Utara.

"Agar tugas saya sebagai penyelenggara terjaga, saya minta adik saya selama proses pencalonan anggota DPRD untuk tidak tinggal di rumah dulu. Agar dia bisa bebas melakukan kegiatan politik di luar sana. Saya juga bisa fokus dan independensi saya terjaga," ungkapnya.

Arsal sudah menegaskan kepada seluruh keluarganya yang mencalonkan diri sebagai caleg agar tidak akan membantunya dalam hal pemenangan. Tetapi tetap memberi pemahaman kepada siapa saja termasuk keluarganya yang masuk sebagai caleg untuk memahami aturan pencalonan yang tidak melanggar hukum.

Sebelumnya Arsal pernah mengambil langkah tegas dengan mendiskualifikasi paman istrinya sebagai calon bupati Sinjai yakni Sabirin Yahya karena terlambat menyetor Dana Sumbangan Penggunaan Kampanye pada 25 Juni lalu.(*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved