4 Sekolah Sulsel Dapat Penghargaan Layak Anak dari Menteri, Maros Masuk?

karena dinilai telah konsisten terhadap perlindungan dan prioritaskan kepentingan terbaik pada anak.

4 Sekolah Sulsel Dapat Penghargaan Layak Anak dari Menteri, Maros Masuk?
handover
Koordinator Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) untuk wilayah Indonesia Timur, Bagus Dibyo Sumantri 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sebanyak 19 satuan pendidikan yang tersebar di Indonesia, mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA-RI).

Dari 19 penerima penghargaan, empat diantaranya dari Provinsi Sulawesi Selatan, yakni SMAN 3 Makassar, SMKN 1 Bantaeng, MAN 1 Soppeng dan MIN 1 Takalar.

Sekolah berprestasi diberikan penghargaan pada acara Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) untuk wilayah Indonesia Timur, Bagus Dibyo Sumantri ke tribunmaros.com.

"Ada 19 satuan pendidikan se Indonesia yang mendapatkan predikat Sekolah Ramah Anak terbaik. Empat sekolah diantaranya dari Sulsel. Sayangnya tidak ada dari Maros," kata aktivis pendidikan asal Maros tersebut, Senin (23/7/2018).

Empat sekolah Sulsel tersebut diberikan penghargaan Layak Anak, karena dinilai telah konsisten terhadap perlindungan dan prioritaskan kepentingan terbaik pada anak.

Penghargaan Sekolah Ramah Anak (SRA) diberikan kepada sekolah yang secara terus-menerus menciptakan lingkungan menyenangkan untuk seluruh warga sekolah, melibatkan partisipasi anak dalam program dan penerapan disipilin positif.

Bagus berharap, sekolah penerima penghargaan sebagai SRA terbaik tingkat nasional menjadi motivasi pendidik dan pemerintah untuk lebih melindungi anak-anak di sekolah.

"Selamat bagi penerima penghargaan SRA terbaik tingkat nasional ini, semoga menjadi motivasi dan menyebarkan SRA ke sekolah-sekolah lainnya," kata Bagus.

KerLiP berharap pemerintah kabupaten terus mendorong percepatan sekolah di daerah untuk menerapkan Sekolah Ramah Anak dan memperbanyak Pusat Kreativitas Anak (PKA).

"Ada dua pertiga waktu anak berada diluar rumah, yaitu satu pertiga waktu anak ada di sekolah dan di lingkungan masyarakat untuk bermain. Jika SRA dan PKA benar-benar disediakan baik oleh pemerintah, maka dua pertiga waktu anak akan terjaga dengan aman," katanya.

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved