Kenali dan Obati Maag dari Dini, Begini Saran Dokter Susanto H Kusuma

Penyakit maag merupakan salah satu masalah yang paling umum dan banyak ditemukan dalam dunia kesehatan

Kenali dan Obati Maag dari Dini, Begini Saran Dokter Susanto H Kusuma
int
sakit maag 

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR - Sakit maag atau dalam istilah medis dikenal dengan dispepsia merupakan kumpulan gejala penyakit dengan gejala klinis mual muntah dan disertai dengan nyeri ulu hati.

"Orang sering menganggap sakit maag adalah penyakit ringan yang tidak perlu dikhawatirkan," ungkap Dokter Spesialis penyakit dalam, dr Susanto H Kusuma SpPD, K-GEH, FINASIM, Sabtu (21/7/2018).

Namun penyakit maag merupakan salah satu masalah yang paling umum dan banyak ditemukan dalam dunia kesehatan serta terbukti sangat mengganggu dan bahkan bisa membuat seseorang tidak dapat melakukan aktivitas secara normal.

Di dalam dunia medis, dispepsia ini digolongkan menjadi dispepsia organik yang berarti adanya kerusakan pada dinding lambung dan dispepsia fungsional dimana tidak didapatkannya kerusakan pada dinding lambung.

Baca: Waspada Penyakit Maag Berkepanjangan

Sebagian besar orang dengan keluhan sakit maag, ternyata menderita dispepsia fungsional yang keluhannya akan berkurang dengan salah satu cara yaitu menjaga pola makan.

Bila seseorang menderita dispepsia organik yang ditandai dengan penurunan berat badan, perdarahan saluran cerna (buang air besar berwarna hitam), maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau ke Rumah Sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sakit maag yaitu pola makan yang kurang baik yaitu sering terlambat makan, sehingga asam lambung akan meningkat dan mengikis lapisan lambung.

Faktor penyebab lain yang tersering adalah adanya infeksi bakteri Helicobacterpylori. Bakteri ini bisa hidup dan bertahan lama di dalam lambung dan karena pola makan yang tidak higienis menyebabkan bakteri ini dapat berkembang biak di dalam lambung.

"Semakin lama bakteri ini akan merusak dinding lambung dan menyebabkan peradangan hebat pada lambung," ungkap dokter yang bertugas di Siloam Hospitals Makassar.

Infeksi bakteri Helicobacter pyloriini juga merupakan salah satu penyebab terbanyak terjadinya keganasan atau kanker pada lambung.

Halaman
12
Penulis: Hasrul
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help