Home »

Bisnis

» Mikro

Pelindo IV Tantang Sucofindo Buat Labolatorium Terbesar di KTI

MoU Sinergi BUMN ditandatangani Dirut PT Sucofindo Bachder Djohan Buddin dan Dirut PT Pelindo IV Doso Agung

Pelindo IV Tantang Sucofindo Buat Labolatorium Terbesar di KTI
FADHLY
PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) bekerja sama dengan PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) dalam penyediaan jasa konsultansi dan manajemen bertaraf internasional di lingkup Pelindo IV. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) bekerja sama dengan PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) dalam penyediaan jasa konsultansi dan manajemen bertaraf internasional di lingkup Pelindo IV.

Memorandum of Understanding (MoU) Sinergi BUMN ditandatangani Dirut PT Sucofindo Bachder Djohan Buddin dan Dirut PT Pelindo IV Doso Agung di lantai 6 Kantor Pelindo IV Jl Hatta Makassar, Jumat (20/7/2018).

Dirut Sucofindo Bachder usai teken menuturkan, Sucofindo Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang inspeksi, pengujian, sertifikasi, pelatihan dan konsultansi, mampu berperan dalam memberikan layanan Jasa Konsultansi dan Manajemen siap bekerja sama dengan Pelindo IV.

“Kami percaya dengan adanya kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, sehingga kapasitas dan kontribusi perseroan dapat meningkat dan memperoleh nilai tambah dalam bisnis,” kata Bachder.

Doso Agung di sela sambutan menambahkan, kerjasama ini merupakan keinginan Pelindo IV untuk lebih mempererat sinergi antar perusahaan milik pemerintah.

"Kita berharap agar kerja sama dengan PT Sucofindo segera diwujudkan. Sebab, ke depan Pelindo IV akan lebih mengembangkan ekspor perikanan dari KTI. Ini jadi peluang Sucofindo untuk membangun laboratorium yang besar di wilayah dan ekspor produk perikanan bisa langsung dari KTI," katanya

Diharapkan realisasi MoU ini terus berkembang dan menelurkan berbagai kerja sama, membangun kemitraan yang berorientasi kepada pengembangan bisnis maupun pelaksaaan pekerjaan atau yang nantinya akan dituangkan dalam suatu perjanjian kerjasama.

"Untuk tahap awal, kerja sama ini dimulai dari studi kelayakan pembangunan pelabuhan hingga technical advisory, serta perencanaan dan pengawasan pengadaan peralatan," katanya.

Secara detail, Sucofindo juga memberi arahan terkait penyusunan master plan pelabuhan, studi dan survei teknis yang terkait perencanaan pelabuhan, basic design atau schematic design, preliminary design dan detiled engineering design pembangunan fasilitas pelabuhan, pengawasan teknik.

Selain itu, manajemen konstruksi dan manajemen proyek pembangunan pelabuhan, jasa konsultasi pengendali mutu terkait pekerjaan konstruksi, jasa konsultasi Quantity Surveyor (QS), pelaksanaan jasa konsultasi pada tahap operasional dan pemeliharaan, technical advisory, serta perencanaan dan pengawasan pengadaan peralatan. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help