Bawahannya Terjaring OTT, Kadis Pendidikan Pangkep Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Idris mengaku, sebagai atasan langsungnya dia akan ikut memberikan keterangan jika diperlukan polisi.

Bawahannya Terjaring OTT, Kadis Pendidikan Pangkep Serahkan Proses Hukum ke Polisi
munjiyah dirga/tribunpangkep.com
Kepala Dinas Pendidikan Pangkep, Muhammad Idris Sira 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Kepala Dinas Pendidikan Pangkep, Muhammad Idris Sira menanggapi persoalan terkait Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Husnawaty yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polres Pangkep.

"Kita selalu ingatkan teman-teman agar tidak melanggar aturan, dan tentu apa yang dilakukan itu dari pribadi sendiri," kata Muhammad Idris Sira.

Idris mengaku, sebagai atasan langsungnya dia akan ikut memberikan keterangan jika diperlukan polisi.

"Tentu kita akan memberikan keterangan dan soal proses hukum kita serahkan sama polisi," ujarnya di Pangkajene, Kamis (19/7/2018).

Dia menambahkan, sebagai kadis dia selalu menyampaikan pesan-pesan kepada bawahannya agar tidak melanggar aturan dalam bekerja.

"Kita selalu sampaikan ke mereka agar hati-hati kalau mengerjakan sesuatu jangan sampai ada hal yang tidak sesuai aturan kena sendiri itu," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, ruangan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Pangkep, Husnawaty digeledah penyidik Unit Tipikor Polres Pangkep di Kantor Dinas Pendidikan Pangkep, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (18/7/2018).

Penggeledahan ini buntut Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kabid GTK Husnawaty sehari sebelumnya, Selasa (17/8/2018).

Husnawaty diciduk saat menerima uang yang diduga Pungutan Liar (Pungli) dari guru SD penerima tunjangan daerah terpencil (Dacil) wilayah kepulauan.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di ruangannya, polisi mengamankan uang Rp 900 ribu dan di rumahnya Rp 7 juta.

Tunjangan guru Dacil yang diterima antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per guru.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help