OPINI

Opini M Aliem: Susu Kental Manis (SKM) vs Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

Penulis adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru.

Opini M Aliem: Susu Kental Manis (SKM) vs Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
M Aliem 

Ini merebak pada penerimaan murid baru di sekolah-sekolah negeri. SKTM memuluskan langkah untuk diterima bersekolah dan memeroleh jatah kursi di sekolah negeri.

Aturan ini dikeluhkan oleh beberapa orang tua siswa yang anaknya tidak lulus. Apa pasal? Disinyalir banyak beredar SKTM palsu untuk meluluskan mereka yang kaya secara ekonomi.

Jika ini terjadi maka pupus sudah kesempatan bersekolah bagi anak-anak miskin. Padahal pendidikan di sekolah adalah bekal hidup untuk memutus rantai kemiskinan.

Pada akhirnya angka putus sekolah pun membengkak. Merujuk pada data BPS tahun 2017, partisipasi sekolah menurun mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Artinya, ada tendensi bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin sedikit yang melanjutkan sekolah.

Ini dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan Angka Partisipasi Murni (APM) Sulsel tahun 2017 untuk tingkat jenjang pendidikan SD, SLTP, dan SLTA.

BPS juga mencatat masih ada 9,56 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang buta huruf di Sulawesi Selatan.

Selain itu, masih terdapat 9,10 persen dari penduduk berusia 7-18 tahun yang tidak bersekolah.

Melihat semakin rendahnya kategori jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan, maka kualitas sumber daya manusia Sulsel tahun 2017 menjadi kurang berkualitas.

Ini menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia Sulsel. Padahal Indonesia termasuk Sulsel akan mengalami bonus demografi pada 2020-2030 mendatang.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved