OPINI

Opini M Aliem: Susu Kental Manis (SKM) vs Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

Penulis adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru.

Opini M Aliem: Susu Kental Manis (SKM) vs Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
M Aliem 

Walaupun SKM ini masih memiliki kandungan susu dalam kadar yang rendah dan sudah ditambahkan gula pada proses pengolahannya.

Dari penjelasan BPOM itu sudah jelas bahwa produk susu kental manis masih memiliki kandungan susu dengan kadar yang rendah.

Tetapi bukan sebagai pengganti ASI bagi anak bayi. Anggapan masyarakat pun harus diubah dengan cara menekan produsen untuk mengubah label iklan pada produk tersebut.

Tidak sedikit masyarakat yang mengonsumsi produk susu kental manis. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran masyarakat Sulsel per orang per bulan untuk kelompok makanan telur dan susu sebesar Rp 25.654.

Nilai yang cukup besar setelah beras, rokok, ikan, udang, cumi, dan kerang, dan sayur-sayuran.

Konsumsi telur dan susu berada pada posisi kelima untuk konsumsi makanan diantara 14 jenis kelompok makanan, dengan catatan ini diluar konsumsi makanan dan minuman jadi.

Komoditas susu tergabung dalam kelompok makanan telur dan susu.

Jika melihat wilayah, rata-rata pengeluaran per orang per bulan untuk kelompok makanan telur dan susu lebih besar di daerah perkotaan dibandingkan daerah perdesaan.

Sebanyak Rp 35.844 dikeluarkan oleh masyarakat (per orang) yang tinggal di perkotaan untuk konsumsi telur dan susu dalam sebulan.

Sedangkan di perdesaan hanya sebesar Rp 18.987. Selain isu tentang susu kental manis, masyarakat juga tengah heboh masalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved