Obat Kanker Seharga Rp 25 Juta Tak Lagi Dijamin, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan

Harga obat yang tak lagi dijamin BPJS Kesehatan, di pasaran amat mahal yaitu mencapai Rp 25 juta.

Obat Kanker Seharga Rp 25 Juta Tak Lagi Dijamin, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan
Obat Traztuzumab (Intisari Online) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pihak BPJS Kesehatan akhirnya menanggapi keluh kesah Edy Haryadi, suami seorang pasien kanker payudara yang mengalami kesulitan karena salah satu obat tidak lagi ditanggung.

Lewat juru bicara Nopie Hidayat, BPJS Kesehatan memberikan penjelasan terkait keputusannya untuk menghentikan penjaminan obat Traztuzumab.

Baca: 7 Hadiah untuk Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia Atletik dari NTB

Baca: CATAT! 4 Langkah Daftar Online CPNS 2018 di Link sscn.bkn.go.id, Agar Mudah Lihat Videonya

Baca: Fahri Hamzah Sebut Ini Kekurangan Prabowo Subianto Hadapi Strategi Jokowi

"Terkait dengan tidak dijaminnya obat Traztuzumab, hal ini sudah sesuai dengan keputusan Dewan Pertimbangan Klinis yang menyatakan obat ini tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan bagi pasien kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi," demikian Nopie.

Nopie melanjutkan, keputusan itu memang berlaku awal April tetapi untuk peserta JKN-KIS yang masih menjalani terapi Trastuzumab dengan resep sebelum tanggal 1 April 2018 masih dijamin BPJS Kesehatan.

Baca: Kendarai Partai Gerindra, Mantan Anggota KPU Soppeng Maccaleg

Baca: Kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus Bikin Sepak Bola Jadi 3 Dimensi

"Pengobatan dijamin BPJS kesehatan hingga siklus pengobatannya selesai sesuai peresepan maksimal Formularium Nasional," tambah Nopie.

Dengan langkah ini, Nopie melanjutkan, tak dimasukkannya Traztuzumab dari paket manfaat program JKN-KIS tidak menghambat proses pengobatan peserta.

Sebab, masih menurut Nopie, masihi banyak obat pilihan yang tercantum dalam Formularium Nasional.

Baca: VIDEO: Saudi Airlines Tuntut Aset Abu Tours, Begini Tanggapan Polda Sulsel

Baca: Gegara TNI AD Campur Tangan, Lihat Rumah Lalu Muhammad Zohri Sekarang

"Dokter penanggung jawab pasien akan memilih obat untuk terapi kanker payudara pasien sesuai dengan pertimbangan kondisi klinis pasien," dia menegaskan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, BPJS Kesehatan belum menanggapi rencana gugatan hukum yang akan dilakukan Edy Haryadi.

Baca: Raih Akreditasi S-2, Otoritas Ilmu Pemerintahan Unismuh Bidik Jurnal Internasional Terindeks Scopus

Baca: Kesal Memori Ponsel Gampang Penuh? Gini Cara Bersihkan Sampah di WhatsApp

Sebelumnya, Edy Hidayat seorang warga Jakarta Timur mengunggah kisah istrinya Yuniarti Tanjung yang divonis menderita kanker payudara ke media sosial.

Selama ini, Edy menggunakan BPJS Kesehatan untuk proses pengobatan istrinya.

Baca: Hanya Bertarung di Dapil Sidrap 4, Ini Nama Bakal Caleg PKPI

Baca: PKS Hanya Daftarkan 39 Nama Bacaleg ke KPU Sulbar

Namun, sejak awal April lalu, BPJS Kesehatan tak lagi menjamin obat Traztuzumab.

Edy amat berharap BPJS Kesehatan mengubah kebijakannya, karena harga obat ini di pasaran amat mahal yaitu mencapai Rp 25 juta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Obat Kanker Dihentikan Penjaminannya, Ini Jawaban BPJS Kesehatan

Penulis : Mela Arnani
Editor : Ervan Hardoko

Baca: Keluarga Istri Nurdin Abdullah Ikut Nyaleg di Dapil Mamarita

Baca: Pandu Pelindo IV Siap Berlabuh di Seluruh Cabang

Editor: Sakinah Sudin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help