OPINI

Opini Habibie Razak: Insinyur Asing dan Manfaatnya untuk Insinyur Nasional

Penulis adalah Sekretaris Divisi Gas PII Pusat dan Advisor Program Studi Program Profesi Insinyur FTI UMI.

Opini Habibie Razak: Insinyur Asing dan Manfaatnya untuk Insinyur Nasional
handover
Habibie Razak 

Selama ini, insinyur asing ini menurut observasi PII belumlah melakukan proses alih pengetahuan dan teknologi sesuai diharapkan. Belum ada pencatatan atau laporan secara tertulis terkait pencapaian proses tadi.

Baca juga: Pindah ke Nasdem, Putri SYL Mundur dari DPR RI

Baca juga: Begini Gaya RMS Daftar Bacalag Nasdem ke KPU Sulsel

Sepertinya praktik pendampingan oleh tenaga ahli lokal kepada tenaga asing tadi belumlah maksimal. Sekiranya ini menjadi salah satu poin fokus pemerintah terkait kesuksesan alih pengetahuan dan teknologi tadi.

Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) ini hendaknya segera dikeluarkan oleh pemerintah sebagai wujud komitmen bahwa pemerintah peduli akan pengembangan insinyur Indonesia untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang mutakhir dari insinyur asing yang membawa pengetahuan dan teknologi masa depan ke Indonesia.

Termasuk teknologi energi terbarukan yang mulai masuk ke Indonesia beberapa tahun terakhir ini, sayang sekali momen ini tidak termanfaatkan secara optimal.

Diharapkan sebelum insinyur asing tadi kembali ke negaranya, insinyur kita sudah mampu untuk menjalankan kegiatan-kegiatan keinsinyuran terkait pengembangan proyek-proyek renewable energy tadi. Termasuk bagaimana pengoperasian dan pemeliharaannya.

Bukan hanya itu, insinyur yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan seperti BPPT diharapkan akan lebih efektif lagi melakukan aktifitas sejenis, belajar dari negara lain danmengembangkannya menjadi teknologi baru yang lebih andal.

Renewable energy adalah suatu keharusan, Indonesia is moving towards the clean energy dan sudah saatnya para Insinyur Indonesia menjadi bagian dari proyek-proyek ini.

Menurut penulis, PII sebagai institusi yang diberi tugas membantu pengembangan kompetensi insinyur Indonesia patut diberikan ruang gerak yang lebih luas lagi. Hanya dengan RPP ini usaha-usaha terkait bisa dilakukan secara terukur dan lebih optimal lagi. (*)

Catatan: tulisan di atas juga telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Senin 16 Juli 2018. 

Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help