Serobot Jalur Arteri, Balai Jalan Sulsel Hentikan Paksa Proyek PLN

Sikap rekanan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulselbar ini melakukan penyerobotan dan merusak fasilitas negara.

Serobot Jalur Arteri, Balai Jalan Sulsel Hentikan Paksa Proyek PLN
HANDOVER
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar menghentikan paksa aktivitas penimbunan kabel listrik di jalur nasional, yang berada di Jl Urip Sumohardjo (Panaikang) Kota Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar menghentikan paksa aktivitas penimbunan kabel listrik di jalur nasional, yang berada di Jl Urip Sumohardjo (Panaikang) Kota Makassar.

Kabid Preservasi dan Peralatan BBPJN XIII Makassar, Iskandar mengatakan sengaja ia meminta aktivitas penanaman kabel listrik di kawasan jalan arteri tersebut, karena belum memiliki izin operasional dari pihak balai.

Iskandar mengatakan, sikap rekanan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulselbar ini melakukan penyerobotan dan merusak fasilitas negara.

"Jalan di Urip itu wilayah kerja kami, tidak ada yang bisa melakukan aktivitas tanpa seizin kami. Menggali saja itu sama saja merusak asset negara," katanya, Minggu (15/7).

Baca: Tagihan Menunggak, PLN Rayon Maros Segel Listrik Pasar Tramo

Yang paling disesalkan Iskandar, dalam pantauannya dilapangan beberapa kabel sudah tertimbun oleh tanah.

Terkait dengan itu, Iskandar meminta pihak PLN untuk mengevaluasi rekanan mereka.

"Itu juga kedalaman kabel. Idealnya itu kalau ada penanaman kabel di jalan raya itu harus kedalaman 1.5 meter lebih. Tapi faktanya dilapangan kabel yang sebagian sidah tertimbun justeru kedalamannya tidak sampai semeter. Ini ada apa," katanya.

Iskandar mengaku khawatir, akan teejadi sesuatu hal yang membahayakan warga yang melintas di atas tanah yang telah digali oleh rekanan PLN.

"PLN tidak punya izin, kalau toh ada izin seharusnya kedalaman penanaman min 1,5 m dihitung dari bidang atas kabel. Lokasi penanaman di Rumija yaitu sisi luar drainase bukan di daerah bahu saat ini," katanya.

Baca: Ini Keunggulan Jolloro Listrik Milik PLN, Bakal Dipakai di Rammang-Rammang Maros

Iskandar menegaskan melihat aktivitas ini,rekanan telah melanggar UU 38 ttg Jalan, PP 34 ttg Jalan dan Permen PU No. 20 Thn 2010.

Sementara itu, General Manager PT PLN Sulselbar, Bambang Yusuf mengatakan turut menyesalkan aktivitas rekana itu.

"Terima kasih atas informasinya, saya akan kroscek ini kepada pengawas dan rekanannya," katanya via whats app.

Ia berharap jika ada aktivitas rekanan PLN yang tidak dikehendai masyarakat, kiranya bisa dilaporkan ke PLN. (sal)

Penulis: Saldy
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved