Mahasiswa Stikes Mega Rezky Rakit Mesin Pembuat Gigi Tiruan Injeksi

Kelebihan lain buatan Johannes adalah mesin yang dirakit memiliki tingkat efisiensi waktu yang baik dibanding produk lainnya yang ada di pasaran.

Mahasiswa Stikes Mega Rezky Rakit Mesin Pembuat Gigi Tiruan Injeksi
HANDOVER
Mahasiswa program studi D III Teknik Gigi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mega Rezky Makassar berinovasi dengan membuat mesin pembuat gigi tiruan sistem injeksi di STIKes Mega Rezky Makassar Jl Antang Raya No 43, Minggu (15/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Mahasiswa program studi D III Teknik Gigi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mega Rezky Makassar berinovasi dengan membuat mesin pembuat gigi tiruan sistem injeksi di STIKes Mega Rezky Makassar Jl Antang Raya No 43, Minggu (15/7/2018).

Ialah Johannes Rapa, mahasiswa angkatan pertama prodi DIII Teknik Gigi. Mahasiswa tersebut berhasil merakit mesin pembuat gigi tiruan yang menghemat waktu kerja tekniker gigi.

Johannes berhasil membuat alat berbeda. Sebelumnya telah ada yang menciptakan mesin yang sudah menggunakan injek angin (kompresor), namun kelebihan alat mahasiswa STIKes Mega Rezky ini terletak pada penggunaan injek langsung kompresor tanpa harus memindahkan alat tempat gigi tercetak.

Mahasiswa program studi D III Teknik Gigi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mega Rezky Makassar berinovasi dengan membuat mesin pembuat gigi tiruan sistem injeksi di STIKes Mega Rezky Makassar Jl Antang Raya No 43, Minggu (15/7/2018).
Mahasiswa program studi D III Teknik Gigi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mega Rezky Makassar berinovasi dengan membuat mesin pembuat gigi tiruan sistem injeksi di STIKes Mega Rezky Makassar Jl Antang Raya No 43, Minggu (15/7/2018). (HANDOVER)

Ketua Prodi Trknik Gigi Umar Dg Palallo MKes mengaku sangat bangga dengan karya mahasiswanya tersebut.

"Kurang lebih selama dua minggu, dia (Johannes) mampu merakit mesin tersebut,"kata Umar kepada tribuntimur.com Minggu sore.

Kelebihan lain buatan Johannes adalah mesin yang dirakit memiliki tingkat efisiensi waktu yang baik dibanding produk lainnya yang ada di pasaran.

"Teknologi yang ada dipasaran ada yang masih menggunakan inject manual seperti yang ada di lab Prodi DIII Teknik Gigi STIKes Mega Rezky, tentunya proses pencetakan giginya agak lama. Juga resiko cetakan gigi jatuh dan gagal lebih kecil," tambah Umar.

Prodi pun mengapresiasi temuan Johannes dan akan terus mendukung dan melakukan pendampingan setiap penemuan-penemuan mahasiswa.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved