Siang Ini, Jl Urip Sumoharjo Makassar Macet, Rektorat UMI Minta Maaf

"Meski hari libur, Kita sudah koordinasi dengan aparat polisi, untuk meminimalisir dan mengurai kemacetan"

Siang Ini, Jl Urip Sumoharjo Makassar Macet, Rektorat UMI Minta Maaf
munawwarah/tribuntimur.com
Wakil Rektor I UMI Prof Syahnur Said. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Arus lalulintas di Jalan Urip Sumiharjo, depan Kampus II Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, di Panaikang, Makassar, mulai pagi hingga siang, Sabtu (14/7/2018) hari ini, diperkirakan akan macet parah.

Sekitar 9.987 calon mahasiswa baru (camaba) kampus swasta terbesar di Indonesia timur ini, jadi salah satu pemicu.

Pihak rektorat pun meminta maaf kepada warga sekitar dan pengguna jalan.

"Atas nama rektorat dan manajemen kampus, kami memohon maaf kepada warga pengguna jalan. Meski hari libur, Kita sudah koordinasi dengan aparat polisi, untuk meminimalisir dan mengurai kemacetan," ujar Ketua Panitia Penerimaan Maba UMI Tahun 2018, Prof Dr H Syahnur Said MSi, kepada wartawan di Menara UMI Lt 2, Makassar, Jumat (13/7/2018).

Tahap awal ujian seleksi masuk mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019 UMI adalah test tertulis.
Test dimulai pukul 08.00 WITA hingga pukul 13.00 wita.

Diprediksi kemacetan dimulai sekitar pukul 06.00 wita hingga pukul 07.00 wita, saat para camaba masuk kampus.

Prediksi kemacatan kedua, saat para camaba pulang meninggalkan kampus dalam waktu relatif bersamaan, sekitar pukul 13.00 wita hingga pukul 15.00 wita.

Didampingi Kepala Biro Akademik UMI, Hj Rahmatia, Ketua Panitia Penerimaan maba UMI juga menyebutkan, adanya perlambatan arus lalulintas depan kampus, karena sebagian kendaraan akan  parkir di sekitar bahu jalan depan kampus dan depan RS Ibnu Sina.

Selaku panitia pelaksana Test Camaba, Prof Syahnur Said yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik UMI juga menghimbau peserta ujian dan orangtua camaba untuk tidak mempercayai oknum ‘calo’ yang mengaku bisa meloloskan mereka masuk UMI.

"Pendaftar hampir 10 ribu, tapi yang akan kita terima kurang daruli setengahnya, sekitar 4500 maba," ujarnya.

Dia menegaskan kelulusan di UMI, murni usaha kerja keras para peserta ujian yang belajar.

"Kami mau menerima lebih banyak, tapi kapasitas ideal kami hanya 4500 untuk 13 fakultas itu, jadi selain belajar dan doa anakku dan orang tuanya, itu yang bisa membantu, bukan  jasa oknum calo," ujar Syahnur. (*)
 

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved