Kisah Airin, Bayi Gizi Buruk di Bulukumba Baru ke Rumah Sakit Setelah Kembarannya Meninggal

Menurut Kasubag Humas dan Promkes RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, Gumala Rubiah, Airin masuk kategori kurang gizi.

Kisah Airin, Bayi Gizi Buruk di Bulukumba Baru ke Rumah Sakit Setelah Kembarannya Meninggal
firki/tribunbulukumba.com
Airin (6 bulan), putri semata wayang dari pasangan Wandi alias Aco dan Ani, warga Lingkungan Kalamassang, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, Sulsel, kini terbaring lemas di RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba.

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, GANTARANG - Sejak dilahirkan enam bulan lalu, Airin (6 bulan) hanya diberikan air tajin oleh ibunya, Ani.

Himpitan ekonomi membuat ibu muda itu terpaksa memberikan bayinya air dari rebusan beras itu.

Suaminya, Wandi, juga tak bisa berbuat banyak. Pasalnya ia hanya seorang buruh rumput laut yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Namun, lama kelamaan, kondisi Airin semakin memburuk. Berat badannya hanya sekitar 1,5 kg, jauh dari berat normal seumurannya.

Menurut Kasubag Humas dan Promkes RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, Gumala Rubiah, Airin masuk kategori kurang gizi.

Ani baru berani membawa anaknya ke Puskesmas, setelah saudara kembar Airin yang bernama Ainun, meninggal pada Kamis (12/7/2018).

Ia tak membawa anaknya berobat dengan alasan tak mampu membayar biaya rumah sakit, terlebih Kartu BPJS Mandiri miliknya telah menunggak.

"Tidak ada uangku. Saya juga tidak mampu beli susu formula, jadi saya hanya kasi air tajin karena asiku juga tidak keluar," ujar Ani di ruang perawatan.

Setelah saudara kembar Airin meninggal, Ani mengaku tak peduli lagi soal biaya. Ia hanya berharap simpati banyak orang untuk meringankan bebannya.

Kini Airin telah di rawat oleh RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah.

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help