OPINI

OPINI: Mengenal Had Kifayah

Ditulis Dr Ilham Kadir MA, peneliti MIUMI dan Wakil Ketua Ikatan Alumni Beasiswa Baznas

OPINI: Mengenal Had Kifayah
Muh Azis Albar/TribunEnrekang.com
Komisioner Baznas Enrekang, Ilham Kadir 

Istilah lain yang mirip dengan had kifayah adalah ‘Kafaf’. Kedua istilah ini kerap dipakai dalam mengukur standar kelayakan hidup seseorang.

Kafaf adalah kadar kebutuhan manusia tanpa kekurangan dan kelebihan. Sedangkan kifayah adalah suatu batas kecukupan bagi seseorang yang membuatnya tidak meminta pada orang lain.

Ada pun titik perbedaan kedua istilah tersebut, bahwa kafaf bagi sebagian orang terbatas pada hal-hal yang primer berupa sandang, pangan, dan papan.

Sedangkan ukuran had kifayah bisa lebih luas, mulai dari kebutuhan pokok yang sesuai bagi kehidupan normal seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, hingga alat komunikasi.

Kriteria miskin
Karena tahun ini hingga tahun depan adalah tahun politik, dan salah satu bahan baku jualan para politisi adalah pengentasan kemiskinan.

Maka mengetahui standar kemiskinan itu penting, walaupun selama ini sudah berbaga macam lembaga telah bekerja untuk memetakan garis kemiskinan.

Baik skala internasional seperti bank dunia, atau nasional seperti Badan Pusat Statistik (BPS) hingga skala lokal yang biasanya ditangani oleh dinas sosial masing-masing daerah.

Yang terbaru adalah hasil penelitian Pusat Kajian Strategi (Puskas) Baznas. Hasil penelitian dan kajian dimaksud adalah “Kajian Had Kifayah 2018”.

Baca juga: OPINI Warga Makassar yang Bermukim di Tokyo: Dari Efisiensi Energi Menuju Smart City

Baca juga: Opini Zulkifli Mochtar: Merawat Fasilitas Umum Kita

Sekadar perbandingan, dalam mengukur kemiskinan BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic need approach) dimana kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluarannya.

Sementara itu, Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan internasional sebesar USD 1,9 (Rp. 25.000).

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help