Pendukung Koko Sinyalir Ada Kecurangan, KPU Bone: Prosesnya Sudah Transparan

Para pendukung koko itu datang dengan mengendarai mobil dan motor berkumpul di depan Kantor KPU Bone.

Pendukung Koko Sinyalir Ada Kecurangan, KPU Bone: Prosesnya Sudah Transparan
justang/tribunbone.com
Pendukung Koko A Mappamadeng Dewang (kemeja hitam) 

Laporan Wartawan TribunBone.com Justang Muh

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Puluhan warga yang mengatasnamakan diri pendukung kotak kosong (Koko) mendatangi kantor KPU Bone di Jl Gatot Subroto, Kecamatan Tanete Riattang, Kota Watampone, Rabu (11/7/2018).

Para pendukung koko itu datang dengan mengendarai mobil dan motor berkumpul di depan Kantor KPU Bone.

Para pendukung koko membentangkan spanduk bertuliskan ‘KPU Bone dan jajarannya melakukan penggelembungan suara kepada salah satu calon'.

Koordinator Lapangan Pendukung koko A Mappamadeng Dewang menuturkan kedatangan mereka untuk mempertanyakan proses penghitungan suara Bone 2018'>Pilkada Bone 2018 karena mensinyalir adanya penggelembungan suara.

Mantan bakal calon Bupati Bone jalur perseorangan menuturkan pihaknya hendak menyamakan data suara kolom kosong yang dimilikinya dengan yang dimiliki KPU Bone.

Ia mensinyalir KPU Bone melakukan penggelembungan suara lantaran data suara kolom kosong yang dimilikanya berbeda dengan yang sudah diumumkan KPU Bone.

"Kami ke KPU ingin meminta mengsingrongkan data kami dengan data mereka, namun dia tidak mau katanya punya aturan dan menyarankan kami ke Panwas dulu minta persetujuan tuntutan kami," kata mantan Ketua PDIP Bone ini kepada awak media di Kantor KPU Bone.

Sementara itu, Ketua KPUD Bone, Izharul Haq menanggapi tuduhan pendukung Kotak Kosong mensinyalir adanya kecurangan saat penghitungan suara tidak benar.

"KPU Bone ini bekerja sama dengan bekerja dalam etalase, seluruh aktivitas PPS, seluruh aktivitas PPK, dan seluruh aktivitas komisioner itu disaksikan oleh khalayak ramai, sehingga transparansi itu muncul," kata Izharul Hak.

"Dan kalau dia mau meminta mau mensandingkan datanya dengan data kami, itu tidak bisa, kami punya aturan. Namun kami sudah sampaikan bahwa mintalah kepada Panwas kalau memang Panwas menganggap ini harus disingrongkan, antara data kotak kosong ini kami akan lakukan itu," jelasnya.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved