NH Aziz

NH-Aziz Selamati Prof Andalan, Ini Kata Pengamat Politik Unismuh

NH-Aziz juga memohon maaf dengan sebesar-besarnya jika ada kekurangan, khilaf, ataukah kesalahan selama proses Pilgub 2018 berlangsung.

NH-Aziz Selamati Prof Andalan, Ini Kata Pengamat Politik Unismuh
HANDOVER
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) mengakui kemenangan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) pada Pilgub Sulsel.

Karena itu, NH-Aziz melalui surat terbuka menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Prof Andalan. NH-Aziz juga memohon maaf dengan sebesar-besarnya jika ada kekurangan, khilaf, ataukah kesalahan selama proses Pilgub 2018 berlangsung.

"Kepada saudara kami Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman kami ucapkan selamat mempersiapkan diri bekerja dan beribadah mengemban amanah warga Sulawesi Selatan sebagai gubernur dan wakil gubernur," ungkap NH-Aziz dalam surat terbuka yang dikirim salah seorang kepercayaannya selama Pilgub Sulsel, Rabu (11/7/2018) dini hari.

NH-Aziz juga bersyukur atas pelaksanaan Pilgub Sulsel yang berjalan lancar. Menurutnya, perolehan suara NH-Aziz dan tiga pasangan cagub dan cawagub lainnya merupakan realitas dan harus diterima sebagai hasil derap demokrasi dalam bentuk pemilihan langsung yang melibatkan warga Sulsel.

Dalam pesta demokrasi ini, NH-Aziz sudah menunjukkan segenap niat baik untuk warga Sulsel. Namun, hasilnya menegaskan niat baik kontestan lainlah yang lebih dulu mendapat kesempatan mewujudkan itu.

"Sejak lentera perjuangan ini kita nyalakan, sinarnya bukan hanya menyinari iklim politik Pilgub Sulsel. Lebih dari itu, cahayanya mengarahkan kita mampu menelusuri kampung halaman dan pelosok. Bagian penting yang dicita-cita NH-Aziz menjadi tempat yang nyaman, aman, damai, dan sejahtera," katanya.

Terkait hal tersebut, Pengamat Politik Unismuh Makassar, Luhur A Priyanto, mengatakan, apa yang disampaikan NH-Aziz bukan pidato kekalahan. Tetapi itu semacam gentlement speech.

"Sikap fairness pada sebuah kontestasi dari pribadi-pribadi yang terhormat. Kesediaan mereka untuk menerima secara terhormat kemenangan lawan setelah pengumuman resmi KPU, menandakan bahwa pasangan NH-Aziz punya siri’ (harga diri) yang lebih tinggi dari sekadar kemenangan atau kekalahan elektoral," ungkap Luhur, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, apa yang dilakukan pasangan NH-Aziz merupakan sesuatu yang tidak banyak dimiliki politisi di era demokrasi liberal.

"Demokrasi memang butuh kearifan. Diujung kerasnya semua persaingan, pada akhirnya semua pihak harus lapang dada menerima hasil dari proses elektoral yang kadang tidak sempurna," ujar Luhur.

"Panggung NH-Aziz justru semakin luas, kedua tokoh ini masih akan memberi pengabdian terbaik untuk bangsa ini. Masa depan karir politik keduanya juga belum selesai, masih akan terjadi dipertarungan-pertarungan selanjutnya," tambah Luhur.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help