Dokter Richard Harris, Ahli Anastesi Jadi Kunci Operasi Penyelamatan Tim Sepakbola Thailand

Ia berperan sangat penting dalam operasi yang dianggap sebagai mission impossible tersebut.

Dokter Richard Harris, Ahli Anastesi Jadi Kunci Operasi Penyelamatan Tim Sepakbola Thailand
Facebook Thai Navy Seal/Abc.net.au
Tim sepak bola remaja Thailand yang terjebak di dalam gua dan Dokter Richard Harris 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tak lama setelah proses operasi evakuasi selama 18 hari dinyatakan selesai, Dr Richard Harris mendapat kabar duka.

Sang ayah meninggal dunia.

Di satu sisi ia bahagia lantaran seluruh anggota tim sepakbola yang terperangkap di Gua Tham Luang sejak 23 Juni 2018 itu berhasil dievakuasi.

Baca: Kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus, Keuntungan Buat Gareth Bale, Ternyata Gegara Hal Ini

Baca: Cristiano Ronaldo Resmi ke Juventus, AS Roma Langsung Posting Foto Lionel Messi, Sindir CR7?

Tapi di sisi lain, ia bersedih lantaran harus kehilangan sang ayah tanpa pernah sempat mengucap perpisahan dengannya.

Inilah kisah seorang anggota tim penyelamat evakuasi di Gua Tham Luang,Thailand.

Kisah seorang dokter yang berperan besar dalam proses tersebut, tanpa memikirkan kepentingan dirinya sendiri, hingga kemudian dijuluki sebagai sosok pahlawan yang  sebenarnya.

Baca: Baru 18 Calon Senator Daftar ke KPU Sulsel

Baca: Cristiano Ronaldo Resmi ke Juventus, Ini Surat Perpisahannya untuk Fans Real Madrid

Dikutip TRIBUNJOGJA.com dari Mail Online, Dr Richard Harris merupakan orang terakhir yang keluar dari Gua Tham Luang setelah berhasil menyelamatkan semua orang yang terperangkap.

Ia berperan sangat penting dalam operasi yang dianggap sebagai mission impossible tersebut. 

Wajar saja, selain sebagai ahli medis, Dr Harris juga berpengalaman selama 30 tahun sebagai penyelam bersama perusahaan MedSTAR yang berbasis di Australia Selatan.

Ia juga dikenal secara global, baik sebagai seorang dokter maupun sebagai tim penyelam yang mampu mengevakuasi korban dari tempat sulit.

Halaman
1234
Editor: Sakinah Sudin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help