Ambil Pungutan Rp 300 Ribu per Siswa, Ketua PGRI Luwu Kena OTT Polres Luwu

Tanpa persetujuan orangtua siswa melaksanakan pungutan sebagai syarat pendaftaran ulang senilai Rp 300 ribu.

Ambil Pungutan Rp 300 Ribu per Siswa, Ketua PGRI Luwu Kena OTT Polres Luwu
handover
Sat Reskrim Polres Luwu melakukan OTT di SMPN 1 Bupon, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (10/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Satuan Reskrim Kepolisian Resort (Polres) Luwu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada kegiatan pendaftaran ulang siswa baru di SMPN 1 Bua Ponrang (Bupon).

OTT tersebut berlangsung di SMPN 1 Bupon, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada Selasa (10/7/2018) pukul 11.35 Wita. 

Menurut Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam, modus operandi yang dilakukan oleh kepala sekolah dan panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMP tersebut mengambil pungutan tanpa persetujuan orangtua siswa.

"Pihak sekolah SMP Neg 1 Bupon selaku penyelenggara pendaftaran ulang siswa baru tanpa persetujuan orangtua siswa melaksanakan pungutan sebagai syarat pendaftaran ulang senilai Rp 300 ribu," kata AKP Faisal, Rabu (11/7/2018).

Baca: Jawab Keluhan Orangtua Soal PPDB, None: Prinsipnya Pemerataan dan Keadilan

Baca: Meski Diserang Hacker, PPDB Online Sulsel Ternyata Paling Sukses di Indonesia

Dimana pungutan Rp 300 ribu tersebut terdiri dari beberapa item, yakni baju olahraga Rp 95 ribu, baju batik Rp 65 ribu, dasi topi dan lambang Rp 70 ribu dan koperasi siswa ditambah kartu siswa Rp 70 ribu.

"Pelaku yang kita amankan Kepala Sekolah SMPN 1 Bupon, Nurhasan (55), bendahara PPDB SMPN 1 Bupon, Masita (51), dan ketua pelaksana, Herna (45)," tuturnya.

Adapun barang bukti yang diamankan, Surat Keputusan (SK) PPDB, pedomam umum pelaksanaan peserta didik baru tahun ajaran 2018 2019. Satu rangkap nama peserta didik baru SMPN 1 Bupon beserta siswa yang telah melakukan pendaftaran ulang.

Satu rangkap buku pembayaran beserta uang pembayaran senilai Rp 11,4 juta untuk peserta didik laki laki, sedangkan peserta didik perempuan Rp 9,7 juta.

Satu rangkap kuitansi pembayaran warna hijau untuk peserta didik laki laki, warna kuning peserta didik perempuan.

Lanjut Faisal, pada saat melakukan OTT bersama tujuh anggotannya, pelaku sementara melaksanakam kegiatan penerimaan pendaftaran ulang siswa baru.

Kini para pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Luwu, Jl Merdeka Selatan, Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sekadar diketahui, Kepala Sekolah SMPN 1 Bupon, Nurhasan, juga merupakan ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved