Lahan Pasar Bontotanga Diklaim Warga, Wabup Bulukumba: Kami Kerahkan TNI

Pasar tersebut menyerap anggaran sebesar Rp 5,8 miliar dari bantuan Kementerian Perdagangan.

Lahan Pasar Bontotanga Diklaim Warga, Wabup Bulukumba: Kami Kerahkan TNI
firki/tribunbulukumba.com
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pasar Tradisional Bontotanga, di Kecamatan Bontotiro, Bulukumba, Sulsel, belum difungsikan hingga saat ini.

Padahal, pengerjaan pasar tersebut telah rampung 100 persen sejak tahun 2017 lalu.

Pasar tersebut menyerap anggaran sebesar Rp 5,8 miliar dari bantuan Kementerian Perdagangan.

Menurut Kepala Desa Bontotanga, Andi Muh Ali Rote, pasar tersebut belum difungsikan karena adanya warga yang mengklaim tanah lokasi pembangunan.

Yang hingga saat ini belum ada jalan keluar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba.

Kepala Bidang (Kabid) Pertahanan Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Bulukumba, Aco Bahar, yang ditemui beberapa waktu lalu menyebutkan, lahan pembangunan pasar tersebut telah menjadi aset pemkab.

"Itu sudah menjadi aset Pemkab. Persoalan ini sudah beberapa kali kami rapatkan untuk meminta niat baik agar membuka segel," ujar Aco Bahar.

Bahkan, kata dia, beberapa waktu lalu pemkab telah mengagendakan untuk melakukan penertiban aset.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menegaskan, pihaknya bisa saja mengerahkan TNI, Polri maupun Satpol PP untuk penertiban aset.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved