Dampak Banjir, Warga Walmas Luwu Krisis Air Bersih

Dia harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli air bersih di tempat penyulingan air galon untuk dikonsumsi.

Dampak Banjir, Warga Walmas Luwu Krisis Air Bersih
desy/tribunluwu.com
Kebun warga Desa Kendekan, Walenrang Timur masih tergenang air. 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Banjir yang menggenangi beberapa desa di dua kecamatan di Kabupaten Luwu, Kecamatan Lamasi Timur dan Walenrang Timur, pekan lalu kini menyisahkan keluh kesah warga.

Warga yang terkena dampak, mulai kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga Desa Kendekan, Kecamatan Walenrang Timur, Nahariah, misalnya.

Dia harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli air bersih di tempat penyulingan air galon untuk dikonsumsi.

Padahal, biasanya untuk memasak ia menggunakan air sumur. Dan kadang memasak air untuk diminum.

"Kami mendapatkan air bersih untuk diminum dan pakai masak beli air galon, harganya 5 ribu," katanya, Senin (9/7/2018).

Sedangkan untuk mencuci pakaian dan alat dapur, ia menggunakan air sumur yang didiamkan agar tidak terlalu keruh.

Dia berharap pemerintah Kabupaten Luwu lebih memperhatikan warga Walmas yang terkena dampak banjir.

Terutama menyalurkan air bersih kepada warga, yang bila hujan air akan kembali menggenangi rumah warga.

Sebagian warga yang terkena dampak juga mengalami kerugian. Dimana kebun dan lahan pertanian serta tambak rusak akibat terendam banjir.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help