Kian Menjamur, Pertamini Disebut Ilegal

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tahun lalu tengah menyusun aturan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga sub-penyalur.

Kian Menjamur, Pertamini Disebut Ilegal
Munjiyah/TribunPangkep.com
Pertamini di Jl Matahari, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tahun lalu tengah menyusun aturan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga sub-penyalur.

Rencananya, peraturan ini juga akan menertibkan distribusi BBM secara eceran dengan menggunakan alat pompa, yang kerap disebut Pertamini.

Namun, hingga kini aturan tersebut belum nampak. Kegiatan operasional Pertamini terus menjamur, namun pengoperasioannya tidak memiliki standarisasi yang baku, layaknya badan usaha penyaluran BBM yang resmi.

Di Makassar, di beberapa ruas jalan terlihat adanya Pertamini. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie yang dihubungi Senin (9/7/2018) menuturkan, badan usaha ini tak memiliki izin.

"Tidak ada izin maka aktivitasnya dianggap ilegal," katanya.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M Roby Hervindo menyebut Pertamini bukan penyalur resmi dari Pertamina.

"Untuk dapat bahan bakar minyak yang kualitasnya terjamin sebaiknya lakukan pembelian di jalur distribusi resmi yakni ke SPBU resmi yang ada dan tersebar di Kota Makassar," katanya.

Ia mengakui, Pertamini sudah menjamur. "Ada di beberapa lokasi pinggir kota, tapi nggak banyak. Karena sebaran SPBU di Makassar kan banyak," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help