Dugaan Suap Rp 49 M, BKPSDM Bulukumba Bakal Bentuk Tim Identifikasi

Tim tersebut nantinya bakal bertugas untuk mengidentifikasi sanksi yang bakal dilimpahkan.

Dugaan Suap Rp 49 M, BKPSDM Bulukumba Bakal Bentuk Tim Identifikasi
facebook
Foto unggahan Andi Ichwan As

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Bulukumba, bakal membentuk tim untuk pemberian sanksi terhadap oknum ASN Disdikbud Bulukumba, Andi Ichwan As.

Tim tersebut nantinya bakal bertugas untuk mengidentifikasi sanksi yang bakal dilimpahkan kepada oknum ASN tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, saat di temui TribunBulukumba.com, di depan ruangan kerjanya, Senin (9/7/2018).

"Kita sementara kaji. Inspektorat sudah melakukan pemeriksaan. Nah, bentuk-bentuk sanksinya itu nanti diserahkan ke BKPSDM. Nanti di BKPSDM yang akan membentuk tim untuk mengidentifikasi bentuk sanksi seperti apa yang akan diberikan," jelas wabup berkacamata itu.

Baca: Dugaan Suap DAK Rp 49 Miliar, Kepala Inspektorat Bulukumba: Nanti Bupati yang Umumkan

Baca: Tak Berkantor Pascakasus Suapnya Viral, Oknum ASN di Bulukumba Ini Bakal Diberi Surat Teguran

Sebelumnya, oknum ASN tersebut telah mengunggah status pengakuan suap yang telah dilakukannya ke Kementerian PUPR untuk mencairkan dana DAK Penugasan sebesar Rp 49 miliar.

Pengakuan tersebut diunggah langsung oleh Ichwan di akun facebook pribadinya dan langsung mendapat respon oleh banyak netizen.

Unggahan tersebut dinilai telah melanggar disiplin sebagai seorang ASN. Tomy Satria menambahkan, unggahan Ichwan tersebut bahkan telah membuat riuh Bulukumba.

"Sebagai ASN tidak boleh begitu. Menurut saya itu sudah melanggar SOP-nya," ujarnya.

Tomy juga membantah adanya suap untuk pencairan DAK tersebut. Pasalnya, anggaran DAK itu telah masuk melaui e-Planning APBD.

Sehingga, tambah Tomy, dana tersebut telah pasti akan cair, meskipun tidak dilakukan pengurusan atau suap.

"Anggaran itu ada di APBD, Rp 49 miliar karena mekanisme perencanaan kita kan sudah mengacu pada e-Planning. Jadi sudah pasti cair," jelasnya.

Penyuka sepatu jenis 3/4 itu menegaskan, yang diperiksa oleh Inspektorat, lebih kepada pernyataan Ichwan di facebook, bukanlah dugaan suap yang diduga telah dilakukannya.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved