Demo Soal Pembangunan Bendungan Pamakkulu, Ketua DPRD Takalar Temui Warga Kale Ko'mara

Massa menyegel Kantor BPN Takalar setelah tuntutannya untuk dipertemukan secara langsung dengan Ketua BPN Takalar

Demo Soal Pembangunan Bendungan Pamakkulu, Ketua DPRD Takalar Temui Warga Kale Ko'mara
HANDOVER
Aliansi Gerakan Kale Ko'mara Menggugat melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Pattallassang, Takalar, Senin (9/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTAKALAR.com, PATTALLASSANG- Ratusan masyarakat Desa Kale Ko'mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara yang menamakan diri Aliansi Gerakan Kale Ko'mara Menggugat melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Pattallassang, Takalar, Senin (9/7/2018).

Sebelumnya, massa menyegel Kantor BPN Takalar setelah tuntutannya untuk dipertemukan secara langsung dengan Ketua BPN Takalar Nurlaila Hidayanti SH tidak tercapai.

Baca: Tuntut Keadilan, Warga Kale Komara Segel Kantor BPN Takalar

"Kami menuntut pembatalan keputusan musyarawah BPN Takalar dan beberapa pihak di Kantor Camat Polongbangkeng Utara pada 31 Mei 2018 yang dengan semena-mena menentukan harga tanah yang sangat rendah," kata Jenderal Lapangan Aliansi Gerakan Kale Ko'mara Menggugat, Muallim Bahar.

Setelah berorasi, perwakilan massa akhirnya diterima oleh Ketua DPRD Takalar HM Jabir Bonto yang berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara BPN Takalar, Bupati Takalar dan pihak yang terkait pada Rabu (11/7/2018) mendatang.

"Mudah-mudahan ditemukan jalan terbaik agar keadilan yang dituntut oleh warga Kale Ko'mara bisa tercapai," kata Jabir.

Untuk diketahui, ratusan warga tersebut memprotes hasil pertemuan 31 Mei 2018 yang menetapkan harga tanah pembangunan Bendungan Pamakkulu. Warga menilai harga yang ditawarkan mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 40 ribu per meter persegi terlalu rendah.

"Apalagi warga yang tidak setuju dengan hasil pertemuan tersebut diharuskan menuntut ke Pengadilan Negeri Takalar. Kok bisa begitu?" tutup Muallim.

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help