Tiga Perpudes di Enrekang Kini Miliki Aplikasi Kunang-kunang

Kehadiran aplikasi ini memberikan kemudahan bagi para pengelola perpustakaan untuk mengetahui data pengunaan internet.

Tiga Perpudes di Enrekang Kini Miliki Aplikasi Kunang-kunang
m azis albar/tribunenrekang.com
Aplikasi Kunang-kunang pun kini hadir di tiga perpustakaan desa mitra program PerpuSeru.

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Setelah terpasang di Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, aplikasi Kunang-kunang pun kini hadir di tiga perpustakaan desa (perpudes) mitra program PerpuSeru yaitu Perpustakaan Desa Bambapuang, Perpustakaan Desa Karrang, dan Perpustakaan Desa Kolai.

Penginstalan Kunang-kunang di tiga Perpustakaan desa (Perpusdes) tersebut dilakukan sejak Mei hingga awal Juni 2018. Aplikasi Kunang-kunang tersebut diluncurkan oleh PerpuSeru bersama Solidaritas.

Menurut Kepala Dinas Perpustkaan dan Keaesipan (Dispustaka) Enrekang, Arlansyah, aplikasi Kunang-kunang berfungsi sebagai sistem informasi manajemen pengguna internet perpustakaan.

Kehadiran aplikasi ini memberikan kemudahan bagi para pengelola perpustakaan untuk mengetahui data pengunaan internet, menganalisa, serta menyurvei kebutuhan pemustaka.

"Selain itu, data yang terekam dalam Kunang-kunang bisa dibaca dan dijadikan sebagai bahan advokasi atau proposal kepada pihak stakeholder untuk kepentingan pengembangan layanan perpustakaan," kata Arlansyah, dalam rilisnya kepada TribunEnrekang.com, Minggu (8/7/2018).

Baca: Pemkab Sinjai Resmikan Taman Lliterasi Perpustakaan, Ini Tujuannya

Baca: Ingin Jadikan Maros Kota Literasi, Dinas Perpustakaan Roadshow Gemar Membaca di 14 Kecamatan

Ia menjelaskan, kunang-kunang tampil pada saat akan menggunakan internet. Portal kunang-kunang meminta pengunjung login sebagai anggota (jika sudah menjadi anggota perpustakaan atau Tamu (jika belum menjadi anggota).

Bagi anggota yang login menggunakan ID anggota dan tanggal lahir memiliki kesempatan mengakses internet dengan durasi waktu yang tak terbatas atau biasanya antaratiga sampai lima jam, tergantung kebijakan perpustakaan.

Sementara pengunjung yang login dengan tamu, durasi yang diberikan terbatas, bisa berkisar 30 menit hingga 60 menit.

Kebijakan ini dibedakan agar tamu yang belum menjadi anggota perpustakaan, juga tertarik mendaftar sebagai anggota.

Melalui login di Kunang-kunang, pengguna internet juga dapat diketahui aktivitasnya dalam menggunakan internet. Tentunya data-data itu bisa dilihat di dashboard Kunang-kunang pada menu analisa.

Antara lain yang bisa dianalisa yaitu profil pengguna internet (anggota dan tamu), frekuensi pengguna internet (hanya anggota), waktu menggunakan internet, perangkat yang digunakan mengakses internet (PC dan mobile), durasi mengakses internet.

"Data-data tersebut dapat diunduh dalam format excel," ujarnya. Ia menambahkan, kunang-kunang juga dilengkapi dengan fitur survei online. Jika ingin mengetahui kepuasan pemustaka atau terkait dengan pengembangan perpustakaan.

Selain itu, pada menu konfigurasi, admin bisa mengatur halaman login dengan penyampaian atau sambutan secara tematik. Untuk mengakses dasbor kunang-kunang, dapat dibuka secara online maupun dalam jaringan lokal.

Sehingga dimana pun dan kapan pun (selagi server Kunang-kunang aktif), pustakawan dan pimpinan perpustakaan bisa mengetahui informasi pengguna internet di Kunang-kunang secara real time.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved