Pilwali Makassar

Tim Hukum Appi-Cicu: Rekap Bontoala Itu Cacat Prosedural

Ia pun meminta pemungutan suara ulang karena pelanggaran ini terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif di Kota Makassar.

Tim Hukum Appi-Cicu: Rekap Bontoala Itu Cacat Prosedural
TRIBUN TIMUR/ALFIAN
Tim Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Anggota Tim Hukum kandidat wali kota dan wakil wali kota Makassar Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi, Irfan Idham SH menganggap rekapitulasi untuk Kecamatan Bontoala pada Perhitungan Suara tingkat KPU Makassar cacat prosedur.

KPU Makassar dan jajarannya tak mampu memperlihatkan form C1 saat perhitungan.

Sehingga, dia memilih untuk tak ikut dalam perhitungan suara untuk Kecamatan Bontoala.

"C1 di dalam kotak hilang sehingga, KPU Makassar hanya memakai C1 salinan dan dari Panwas. Sehingga, kami anggap itu cacat prosedural," kata Irfan.

Ia pun akan memikirkan langkah hukum untuk permasalahan ini.

Saat ini, langkah hukum dari Tim Appi-Cicu dan DPP Partai Gerindra melaporkan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel karena bertindak tidak netral sebagai wali kota Makassar.

Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman soal keberpihakan merupakan pelanggaran serius terhadap Pasal 71 ayat 3 UU No 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Dia meminta Bawaslu menindaklanjuti laporan itu.

Ia pun meminta pemungutan suara ulang karena pelanggaran ini terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif di Kota Makassar. Terstruktur, lanjutnya, karena melibatkan seseorang yang memiliki jabatan.

Habiburokhman menjelaskan, dalam Pasal 71 ayat 5 disebutkan, jika petahana yang melakukan pelanggaran, sanksinya adalah diskualifikasi pasangan calon.

Namun, Pasal 71 ayat 6 mengatur, jika pelakunya bukan petahana, akan diatur secara tersendiri.

Bawaslu Sulsel akan memeriksan Danny Pomanto di Sentra Gakumdu Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Sabtu (7/7/2018) siang ini. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help