Panitia Masih Buka Pendaftaran Offline Bukopin Makassar Marathon

Pendaftaran secara langsung untuk 5 dan 10 km, diadakan di sekretariat panitia, Gedung Bosowa Berlian Motor

Panitia Masih Buka Pendaftaran Offline Bukopin Makassar Marathon
abdiwan/tribuntimur.com
Ketua Panitia Pelaksana, Imran Djamaluddin memberikan keterangan terkait teknis pelaksanaan Even Bukopin Makassar Marathon 2018 dalam jumpa pers di cafe Papa Ong jalan Rusa Makassar Rabu (4/4/2018). even yang digelar 15 Juli mendatang melewati rute di tengah kota dengan melintasi landmark khas kota Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Panitia pelaksana lomba lari jarak jauh "Bukopin Makassar Marathon" masih memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendaftar secara langsung, meskipun telah menutup pendaftaran peserta melalui media online.

Ketua Panitia, Mulyadi, Jumat (6/7/2018) di Makassar, menyatakan,  untuk lomba yang digelar pada 15 Juli 2018 untuk memperebutkan hadiah total Rp 450 juta itu, panitia masih membuka pendaftaran secara langsung (offline) hingga tanggal 7 Juli 2018 pukul 23.59 wita. Akan tetapi hanya untuk kategori jarak 5 dan 10 kilometer. Itupun hanya untuk sekitar 200 peserta.

Pendaftaran untuk jarak 21 km (half marathon) dan 42 km (full marathon) yang digelar melalui online sudah ditutup, termasuk jarak pendeknya.

Pendaftaran secara langsung untuk 5 dan 10 km, kata dia, diadakan di sekretariat panitia, Gedung Bosowa Berlian Motor, di jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Sejauh ini, dari rekap data, panitia mencatat ada 30 peserta dari luar negeri yang merupakan representasi 14 negara asing, selain Indonesia.

Asal negara peserta asing yang terdaftar yakni antara lain Somalia, Jepang, Jerman, Malaysia, Selandia Baru, Meksiko, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Afganistan, Iran, Italia, Thailand, dan Kenya.

Menurut Mulyadi, untuk efektivitas pengelolaan dan menjaga profesionalitas lomba bertaraf dan sudah diakui secara internasional ini, panitia memang membatasi jumlah peserta hanya sebanyak 3.000 orang untuk semua kategori.

Hingga pendaftaran online ditutup, tercatat sebanyak 2.800 calon peserta. Masih terbuka kesempatan bagi 200 calin peserta untuk mendaftar.

"Tidak mudah mengelola lomba lari dengan peserta yang banyak, apalagi ada full marathon, karena membutuhkan manajerial yang andal dan profesional," kata Imran, Panitia Pengarah, menambahkan berdasarkan rilis yang diterima Tribun Timur, Sabtu (7/7/2018).

Terkait profesionalitas lomba, menurut Imran, panitia bekerjasama dengan Pandara Sport yang memang sudah berpengalaman mengelola lomba lari internasional. Organisasi itu juga sudah beberapa kali bekerjasama dengan pihak Bosowa yang selama ini menggelar ajang lomba lari terbesar di Indonesia itu.*

Penulis: Alfian
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help