Pilwali Makassar 2018

Ini Alasan Rahman Pina Protes Pleno KPU Makassar

Sidang dilanjutkan lagi pukul 00.45 wita. Namun, RP langsung minta skorsing lagi karena massa di luar ruang masih memanas.

Ini Alasan Rahman Pina Protes Pleno KPU Makassar
dok.tribun
Saksi Appi-Cicu, Rahman Pina, memperlihatkan kotak terbungkus plastik hitam berisi suara dari Kecamatan Biringkanaya dalam sidang Pleno KPU Makassar di Hotel Maxone, Makassar, Jumat (6/7/2018) dini hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pleno penetapan hasil rekap suara Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar berjalan mulus di dua kecamatan, Biringkanaya dan Sangkarrang.

Pleno yang dipimpin Ketua KPU Makassar M Syarief Amir baru menyelesaikan dua kecamatan tersebut.

Syariet menutup sidang pleno pada pukul 00.50 wita, Jumat (6/7/2018) ini, dan dilanjutkan pada pukul 09.00 wita, pagi ini.

"Batas waktu kami hanya jam 11 oleh pihak hotel tapi karena semagat rapat pleno tadi, makanya kita lanjut. Sebentar pagi kita lanjut jam 09.00 wita,” ujar Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansyur.

KPU Makassar mulai melakukan sidang pleno di Hotel Maxone, Jl Taman Makam Pahlawan, Makassar, pada pukul 14.00 wita, Kamis (5/7/2018) siang. Pleno diawali penetapan suara Pemilihan Gubenur (Pilgub) Sulsel 2018.

Setelah suara pilgub dinyatakan rampung, komisioner istirahat. Syarief membuka sidang pleno penetapan suara Pilwali Makassar pada pukul 23.50 wita.

Tiga saksi pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Deiw (Appi-Cicu), siaga. Mereka adalah legislator Golkar Rahman Pina (RP), legislator PPP Busranuddin Baso Tika, Idham, dan Habibi. Pleno diawali pembacaan tahapan-tahapan dalam rekapitulasi suara pilwali.

Sebelum pleno diskorsing RP protes karena salah seorang PPK Sangkarrang, Ima Imayanti, melakukan siarang langsung dari ruang sidang melalui facebook.

“Sebelum saya protes, saya komunikasi dengan Ketua KPU Makassar. Saya tanya ke beliau, apa sidang ini boleh disiarkan langsung melalui facebook. Pak Syarief bilang tidak bisa, makanya saya protes,” kata RP.

Live facebook itu membuat ratusan orang di luar ruang sidang pleno berang. Keributan pun terjadi.

Sidang dilanjutkan lagi pukul 00.45 wita. Namun, RP langsung minta skorsing lagi karena massa di luar ruang masih memanas.

“Saya juga tanya Ketua KPU Makassar, apa sanksinya jika ada yang melanggar dalam sidang pleno itu. Beliau bilang, akan diberikan sanksi tertulis,” ujar RP.(*)

BACA SELENGKAPNYA DI TRIBUN TIMUR CETAK EDISI JUMAT, 6 JULI 2018

Penulis: Abdul Azis
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help