Pilgub Sulsel 2018

Suka Duka PPK Kecamatan Tanete Riaja Barru Urus Pilgub Sulsel, Harus Siaga 24 Jam

Meski sibuk dengan urusan keluarga, dirinya mengaku harus siap ketika ada panggilan dari tim PPK atau pihak KPU.

Suka Duka PPK Kecamatan Tanete Riaja Barru Urus Pilgub Sulsel, Harus Siaga 24 Jam
Akbar
Herliani (38), anggota PPK Devisi Hukum dan Pengawasan Kecamatan Tanete Riaja. 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Herliani (38), anggota PPK Devisi Hukum dan Pengawasan Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru ini menceritakan suka dukanya selama menjalankan tugas di Pilgub Sulsel 2018.

Menurutnya, pengalaman menjadi anggota PPK menyisakan banyak cerita duka.

"Dukanya itu kita harus stay (siap) 24 jam mengawasi selama tahapan proses Pilgub ini berlangsung," kata Herliani kepada TribunBarru.com, Kamis (5/7/2018).

KPUD Maros telah menjemput kotak surat suara pilkada gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2018 di sekretariat PPK Bantimurung, Minggu (1/7/2018).
KPUD Maros telah menjemput kotak surat suara pilkada gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2018 di sekretariat PPK Bantimurung, Minggu (1/7/2018). (HANDOVER)

Meski sibuk dengan urusan keluarga, dirinya mengaku harus siap ketika ada panggilan dari tim PPK atau pihak KPU.

"Saya kan sudah berkeluarga, sementara jika kita dipanggil oleh teman PPK ataukah KPU tidak ada alasan untuk tidak hadir meski sibuk urus keluarga atau bahkan jika lagi istrihat," ujarnya.

Bukan hanya itu, hal yang paling menguras tenaga, menurut ibu tiga anak ini, adalah saat proses penyaluran surat suara ke Desa/Kelurahan jelang pemilihan.

"Apalagi tempat tugas saya di wilayah pegunungan. Dua lokasi yang paling sulit dijangkau seperti Desa Harapan dan Mattirowalie, karena untuk mengantar surat suara tidak bisa menggunakan mobil, melainkan hanya bisa dijangkau dengan motor," ucapnya.

Suasana proses rekapitulasi hasil pemilihan wali kota Makassar tingkat kecamatan Panakkukang yang berlangsung di Kantor Kecamatan panakkukang, Makassar, Senin (2/7). Rekapitulasi tingkat kecamatan ini dikawal ketat Satpol PP dan aparat kepolisian. Kecamatan Panakkukang terdiri atas 11 kelurahan. Hasil pemungutan suara dari setiap TPS direkapitulasi di tempat ini.
Suasana proses rekapitulasi hasil pemilihan wali kota Makassar tingkat kecamatan Panakkukang yang berlangsung di Kantor Kecamatan panakkukang, Makassar, Senin (2/7). Rekapitulasi tingkat kecamatan ini dikawal ketat Satpol PP dan aparat kepolisian. Kecamatan Panakkukang terdiri atas 11 kelurahan. Hasil pemungutan suara dari setiap TPS direkapitulasi di tempat ini. (sanovra/tribuntimur.com)

Baca: Suka Duka ‘Polisi TPS’ Makassar Tinggalkan Rumah Subuh, Kawal Surat Suara Hingga Tengah Malam

Belum lagi jika hujan, katanya, kondisi jalan yang licin dan cukup terjal membuat dirinya kesulitan menjangkau lokasi tugasnya di Tanete Riaja.

"Saya memang tidak terlibat mengangkut surat suara itu. Tapi pengawasan dari kami selaku PPK harus standby juga, jadinya tetap ikut capai  dan lumayan menguras tenaga," ujar istri dari Jumardin ini.

Baca: Nurdin Abdullah Menang di 2 TPS Kelurahan Bontokio Pangkep, Kalah di TPS Ini

Meski demikian, ia mengaku tetap senang bisa ikut berpastisipasi dalam penyelenggaraan Pilgub Sulsel.

"Ini sudah kesekian kalinya saya terlibat jadi penyelenggara Pemilu karena suami juga mendukung. Dibilang senang juga ia karena saya orangnya hobi dan senang jika kumpul bersama teman-teman. Dan di situlah seninya," tuturnya.

Penulis: Akbar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved