Usai Jawab 29 Pertanyaan, Mantan Jubir Danny Pomanto Ditahan Polda Sulsel

Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Wirdhanto Hadicaksono yang dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan soal itu.

Usai Jawab 29 Pertanyaan, Mantan Jubir Danny Pomanto Ditahan Polda Sulsel
maqbulhalim.blogspot.com
Maqbul Halim 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Usai menjawab 29 pertanyaan penyidik Polda Sulsel, Maqbul Halim ditahan 1 kali 24 jam di Mapolda, Rabu (4/7/2018) sore.

Penahanan sementara oleh tim penyidik Subdit II Ditreskrimsus Polda, belum ada dari pihak kepolisian yang berani untuk memberikan keterangan terkait hal itu.

Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Wirdhanto Hadicaksono yang dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan soal itu.

"Yang jelas hari ini yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka, apakah dia (Maqbul) nanti ditahan, saya belum bisa memberikan keterangan," ungkapnya.

Baca: Tujuh Pengacara Tinggalkan Mapolda Sulsel, Begini Nasib Mantan Jubir Danny Pomanto

Maqbul diperiksa tim sejak pukul 10.00 Wita. Sesekali dia keluar untuk makan siang dan salat wajib. Tapi hingga pukul 18.30 Wita, ia belum tinggalkan Polda.

Walau tidak ada polisi yang memberikan keterangan resmi, dari tim pengacara mantan Jubir calon Walikota Makassar, Danny Pomanto ini bersedia jelaskan.

Ketua tim hukum Maqbul, Jamaluddin Rustam mengatakan, hari ini belum ada surat resmi perintah penahanan Maqbul Halim dari pihak penyidik Polda Sulsel.

"Belum ada surat perintah penahanan, kemungkinan besok baru ditindak lanjuti dengan penahanan," ungkap Jamaluddin sebelum meninggalkan Mapolda Sulsel.

Pengacara Maqbul selain Jamaluddin, diantaranya Adnan Buyung Azis, Abdul Azis, Ahmad Rianto, Ansar Makkuasa, dan dua pengacara Maqbul lainnya.

Baca: Tujuh Jam Mantan Jubir Calon Wali Kota Danny Diperiksa di Mapolda Sulsel

Lanjutnya, pihaknya akan tindak lanjuti surat penahanan kliennya besok, Kamis (5/7/) jika pihak penyidik Polda sampai mengeluarkan surat penahanan Maqbul.

"Kami akan tindak lanjuti penahanan itu, kami akan kaji lebih dulu. Baru perintah penahanan sementara, belum langsung ditahan tetap," ujar Jamaluddin Rustam.

Menurutnya, perkara ini kalau dilihat apa yang disampaikan Maqbul Halim dari kaca mata hukum tidak adanya unsur penghinaan terhadap pelapor kasus.

Para tim pengacara juga merasa ada ketidakadilan, karena banyaknya kasus seperti begini masuk ke meja penyidik Polda, namun tidak ada yang beres.

"Termasuk dengan laporan kita sampai sekarang belum diproses juga, seperti penghinaan walikota, dan juga beberapa laporan lainnya," jelas Jamaluddin. (dal)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved