Home »

Gowa

Daftar SMP di Gowa, Syaratnya Minimal Enam Bulan Jadi Warga

Adnan juga mengingatkan kepada orangtua untuk tidak takut anaknya tidak kebagian sekolah.

Daftar SMP di Gowa, Syaratnya Minimal Enam Bulan Jadi Warga
abdiwan/tribuntimur.com
ILUSTRASI: Sejumlah siswa melakukan seleksi berkas pendafaran jalur akademik SMA Negeri 1 Makassar jalan Gunung bawakaraeng Makassar, Rabu (20/6/2018). Ada beberapa pintu penerimaan siswa baru yang dibuka serentak se-Sulsel. Yakni jalur akademik, afirmasi, prestasi, dan jalur khusus lintas provinsi.Calon peserta didik cukup mendaftar lewat laman http://epanrita.sulselprov.go.id. Untuk login pendaftar calon siswa baru cukup login dengan menggunakan nomor peserta ujian SMP mereka. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun MTs di Kabupaten Gowa Resmi dibuka hari ini, Senin (2/7/2018).

Berbeda dengan PPDB tingkat SMA/SMK sederajat yang mengharuskan adanya syarat Kartu Keluarga (KK) dilegalisir, untuk tingkat SMP hanya perlu membawa KK tanpa perlu dilegalisir.

"Tapi syarat KK adalah mereka yang minimal sudah enam bulan ini menjadi warga Gowa," ujar Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Gowa, Senin (2/7/2018).

Dia mengatakan jika legalisir hanya kebijakan dari pemprov di tingkat SMA.

Sedangkan SMP di Gowa diprioritaskan bagi siswa yang berdomisili sesuai KK.

Adnan juga mengingatkan kepada orangtua untuk tidak takut anaknya tidak kebagian sekolah.

Sebab dari data, daya tampung SMP mencapai 35 ribu siswa sementara tamatan SD hanya 16.200 sekian.

Dengan demikian dapat dipastikan mereka yang tamat SD akan mendapatkan sekolah.

"Yang jadi masalah sekarang ini banyak anak-anak kita yang tidak mau sekolah sesuai domisilinya. Maunya di sekolah berprestasi. Misalnya, dari Pallangga mau sekolah di SMP 1 atau SMP 2 Sungguminasa, inilah yang menjadi masalah, makanya kenapa ada kebijakan provinsi harus legalisir KK, karena dia mengharapkan siswa yang masuk disekolah tersebut merupakan domisili sekitar. Sedangkan kita mengambil kebijakan tidak perlu KK dilegalisir, yang jelas dia memperlihatkan KK-nya yaitu enam bulan terakhir," jelasnya.

Syarat ini pun masih menjadi keluhan dari orangtua siswa.

Seperti Novi yang kebingungan lantaran baru dua bulan ini pindah ke Gowa dari Makassar.

"Anakku mau saya masukkan ke SMPN 1 Sungguminasa. Tapi KK ku baru dua bulan ini pindah ke Gowa. Makanya pusingka ini kodong," katanya.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help