Pilkada Serentak 2018

Ketua KPU Sulsel Sikapi Kontroversi Data Online C1

Misna menyatakan, sistem informasi penghitungan (Situng) yang dibuat KPU, bertujuan mempublikasikan hasil penghitungan suara pada Pilkada Serentak

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Ketua KPU Sulsel, Misna M Hattas menyikapi kontroversi data hasil perhitungan cepat berdasarkan entri model form C1 atau real count di portal infopemilu.kpu.go.id yang diduga berbeda.

Misna menyatakan, sistem informasi penghitungan (Situng) yang dibuat KPU, bertujuan mempublikasikan hasil penghitungan suara pada Pilkada Serentak, mewujudkan transparansi dan upaya menjaga akuntabilitas proses dan hasil pilkada.

“Kalau ada kesalahan entri data atau hasil, saksi dan tim paslon bisa mengoreksinya pada saat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Publik juga bisa menyampaikan koreksi atas kekeliruan itu melalui medsos, call center, pusat pengaduan KPU atau melapor ke pengawas pilkada jajaran Bawaslu RI terdekat,” tegas Misna, Sabtu (30/6/2018).

Mantan Ketua KPU Makassar ini menambahkan, Situng hanya punya dua fungsi. Pertama, untuk memberikan informasi atas hasil perolehan suara secara cepat dan fungsi transparansi. Sepanjang punya HP, laptop, PC dan kuota internet, lanjut Misna, publik dapat mengakses.

“Jadi tidak perlu menjadi ahli IT untuk menyedot data KPU, karena bisa didownload setiap saat. Karena publik bisa mengaksesnya, maka menjadi warning bagi seluruh jajaran KPU agar tidak mengubah-ubah hasil perolehan suara selama proses rekap secara berjenjang berlangsung,” tegas Misna.

Terpisah, Komisioner KPU Sulsel, Muslimin mengatakan, hasil pilkada resmi tidak ditayangkan di aplikasi Situng, melainkan hasil perhitungan dan rekap secara manual dan berjenjang di TPS, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.

“Hasil rekap manual itupun salinannya juga diberikan kepada pengawas pemilu dan saksi. Jadi ada mekanisme kontrol dalam proses itu. Jika ada upaya meretas situs KPU, hal itu tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara paslon dalam Pilkada. Karena, hasil resmi pilkada direkap secara manual, bukan yang ada di Situng,” katanya.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help