Selamat Datang Era Sepak Bola Millennial, Momentum Jepang ‘Ajari’ Dunia Budi Pekerti

Tak seperti Mark Lawrenson, eks Manager PSM Makassar Husain Abdullah, justru melihat positif keputusan FIFA.

Selamat Datang Era Sepak Bola Millennial, Momentum Jepang ‘Ajari’ Dunia Budi Pekerti
FIFA
Piala Dunia 2018 di Rusia. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mark Thomas Lawrenson (61), legenda Liverpool, menyebut lolosnya Jepang ke babak 16 Besar Piala Dunia 2018 Rusia, Jumat (29/6/2018) dini hari, sebagai lelucon.

Seperti dilansir harian The Express, bek Timnas Irlandia era 1970 hingga 1980-an itu, menilai otoritas sepakbola dunia, FIFA, menempuh kebijakan memalukan.

“Masak tim kalah diloloskan. Seharusnya FIFA melihat hasil kualifikasi, bukan dari pelanggaran,” ujarnya.

Toh, FIFA bersikukuh.

Keputusannya, tak hanya menyelamatkan muka Benua Asia di Piala Dunia ini, namun sekaligus jadi pil pahit bagi tim dari Benua Afrika.

Kini Jepang jadi delegasi tunggal Asia yang masih berkompetisi di Piala Dunia 2018. Ini juga menyamai pencapaian terbaik Jepang tiga kali (2002, 2010, 2018) menembus putaran kedua dari enam partisipasi di Piala Dunia.

Semoga pencapaian terbaik tim Asia ini bisa menyamai Korea Selatan yang pernah finis keempat pada gelaran tahun 2002 (di Jepang-Korea).

Secara keseluruhan, sudah 6 kali tim-tim dari Asia mampu menembus putaran kedua/16 besar Piala Dunia; Arab Saudi (1994), Jepang dan Korsel (di 2002 dan 2010), dan kini Jepang di 2018

Di laga terakhir fase Group H, Jepang kalah 0-1 dari Polandia. Di saat bersamaan, Senegal takluk dari Kolombia dengan skor identik.

Di klasemen akhir group H, jumlah poin Jepang dan Senegal sama-sama 4. Total selisih gol juga identik, nihil. Total jumlah gol memasukkan kedua tim juga persis 4. Di hasil laga head to head seri, 2-2.

Halaman
123
Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved