Konsumsi LPG di Sulawesi Naik 17% Selama RAFI 2018, Bagaimana Sulsel?

Selama masa Satgas lalu pasokan LPG 3 Kg juga ditambah melalui operasi pasar di lebih dari 200 titik kecamatan di wilayah Sulawesi.

Konsumsi LPG di Sulawesi Naik 17% Selama RAFI 2018, Bagaimana Sulsel?
MUH ABDIWAN/TRIBUN TIMUR
PT Pertamina Marketing Operation Region VII Sulawesi menggelar coffee morning dengan awak media sekaligus mempresentasekan capaian dan kinerja MOR VII di Hotel Melia Jl Mappayukki Makassar, Kamis (7/12/2017).Hadir GM Marketing Operation Region Sulawesi Joko Pitoyo, Manager Communication & CSR MOR VII M Roby Hervindo, dan beberapa manajemen dari MOR VII. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII merilis peningkatan konsumsi LPG selama masa satuan tugas (satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI), di mana hingga masa Satgas berakhir, rerata konsumsi harian LPG non subsidi di wilayah Sulawesi mengalami peningkatan 17 persen.

Sedangkan LPG 3 Kg subsidi hanya naik 7 persen dibandingkan konsumsi normal.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M Roby Hervindo dalam rilisnya, Jumat (29/6/2018) menuturkan, adapun di wilayah Sulawesi Selatan, rerata konsumsi harian LPG subsidi naik 8 persen atau 842 Metrik Ton (MT) per Hari sedangkan LPG non subsidi naik 5 persen sebesar 60 MT per hari dibandingkan konsumsi normal.

“Kenaikan konsumsi LPG non subsidi ini terutama ditopang oleh peningkatan konsumsi Bright Gas tabung 12 Kg maupun 5,5 Kg yang semakin diminati konsumen di Sulawesi Selatan,” ujar Roby.

Roby menambahkan, selama masa Satgas lalu pasokan LPG 3 Kg juga ditambah melalui operasi pasar di lebih dari 200 titik kecamatan di wilayah Sulawesi.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan konsumsi akibat pembelian berlebih, juga membantu menstabilkan harga LPG 3 Kg di tingkat pengecer.

Namun penstabilan harga perlu didukung pengawasan lebih ketat dari Pemda dan aparat, agar pengecer tidak semena-mena menaikkan harga.

Selain itu Pertamina juga terus berkordinasi dengan Pemda dan aparat setempat dalam mengawasi distribusi LPG 3 Kg agar dapat tepat sasaran dalam pengunaannya.

“Untuk memperoleh LPG 3 Kg, kami menghimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Adapun untuk pasokan dan harga LPG di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina,” ujar Roby. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved