Isdar Yusuf Sebut Quick Count CRC Tak Layak Dipercaya, Herman Heizer Bilang Begini

Malahan, kata Isdar, timbul kecurigaan di tim pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin

Isdar Yusuf Sebut Quick Count CRC Tak Layak Dipercaya, Herman Heizer Bilang Begini
TRIBUN TIMUR/THAMZIL THAHIR
M Isdar Yusuf, lawyers di Jakarta

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Praktisi Hukum, Isdar Yusuf, mengatakan hasil quick count atau hitung cepat Pilwali Makassar oleh lembaga survei Celebes Research Center (CRC) tidak layak dipercaya.

"Hitung cepat CRC tidak layak dipercaya. CRC punya reputasi buruk karena ketika Pilkada Takalar tahun lalu, lima hari sebelum pencoblosan Bur-Nojeng menang, ternyata kalah hasilnya," kata Isdar, Kamis (28/6/2018) malam.

Malahan, kata Isdar, timbul kecurigaan di tim pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) bahwa CRC melakukan konspirasi untuk menumbangkan jagoannya waktu itu.

"Kedua adalah, kalau CRC memenangkan kolom kosong, maka ketahuan dia berpihak ke Danny Pomanto. Ada jejak digitalnya," tegas Isdar yang bermukim di Jakarta.

"Kelihatan sekali CRC bukan lembaga survei independen, tapi CRC adalah tim sukses kolom kosong," tambah Isdar.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Celebes Research Center (CRC), Herman Heizer, mengatakan sangat yakin dengan apa yang dilakukan oleh lembaganya.

"Saya meyakini apa yang CRC lakukan dalam QC (quick count) Makassar berdasarkan metodologi yang ketat," ujarnya.

"Hal yang sama juga kita lakukan di QC pilkada lain. Insya Allah hasilnya mendekati rekap KPU," tambahnya.(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help