Pilwali Makassar 2018

Erwin Hayya Mencoblos di TPS 27 Lapas Kelas 1 Makassar

Erwin terjerat kasus dugaan korupsi ATK dan uang makan dan minum pada lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Erwin Hayya Mencoblos di TPS 27 Lapas Kelas 1 Makassar
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkot Makassar Erwin Syarifuddi Haiya ikut menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, Rabu (27/06/2018). Erwin merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi ATK dan uang makan dan minum pada lingkup Pemerintah Kota Makassar. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkot Makassar Erwin Syarifuddi Haiya ikut menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, Rabu (27/06/2018).

Erwin merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi ATK dan uang makan dan minum pada lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Meski sudah berstatus tahanan, Erwin tetap antusias datang ke TPS untuk mencoblos bersama dengan para terdakwa lainya.

Pantauan Tribun, Erwin mencoblos di TPS 27 di Lemabaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar, Jl Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini.

Erwin Haiya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut lantaran diduga telah melakukan order fiktif untuk kepentingan pribadi.

Dimana itu terbukti pada saat proses pemeriksaan saksi dan penggeledahan di awal Januari. Polisi menemukan uang Rp 300 juta dari ruang BPKAD Pemkot Makassar.

Uang itu diduga merupakan uang setoran dari proyek pengadaan yang dilakukan tersangka. Sedangkan 5 persennya lagi diberikan kepada pemilik perusahaan pemenang lelang, yang diduga direkayasa oleh tersangka.

Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian negara.

Selain itu ditemukan juga sejumlah mata uang asing senilai Rp 700 juta. Seluruh barang bukti ditemukan polisi saat menggeledah kantor Pemkot Makassa.

Semenjak ditetapkan tersangka, Erwin langsung di tahan di markas Polda Sulsel, tepatnya Sabtu (27/1/2018) beberapa bulan lalu. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved