Pilwali Makassar 2018

Data C1 dari Saksi, Appi-Cicu Ungguli Kolom Kosong di Pilwali Makassar

Data real count yang masuk di penginputan internal Appi-Cicu sejumlah 2.483 TPS dari total 2670 TPS

Data C1 dari Saksi, Appi-Cicu Ungguli Kolom Kosong di Pilwali Makassar
handover
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), akhirnya merilis hasil penghitungan real count (hitung nyata) internal.

Data real count yang masuk di penginputan internal Appi-Cicu sejumlah 2.483 TPS dari total 2670 TPS yang ada di Makassar atau presentase suara sebanyak 93 Persen dari total suara sah.

Perolehan tersebut berdasarkan dari data C1 yang dikumpulkan oleh Saksi Appi-Cicu yang berada di TPS yang kemudian diinput di Posko Komando Appi-Cicu, Jl AP Pettarani, Rabu (27/6/2018) Malam.

Ketua Tim Pemenangan Appi-Cicu, Farouk M Beta, dalam jumpa persnya mengungkapkan alasan data tersebut lambat diumumkan.

Baca: Internal Real Count, Appi-Cicu Unggul di Kecamatan Biringkanaya Hingga Pukul 16.45 Wita

"Kami terlambat yang pertama menunggu Pak Appi berbuka puasa dulu karena sementara puasa syawal, kemudian data yang diinput mengalami keterlabatan karena saksi yang ditugaskan agak lambat memasukan data, mereka merekap dulu per-kelurahan," ungkapnya.

Adapun data terakhir yang diinput hingga Pukul 18.00 Wita yakni Appi-Cicu peroleh 52,21 Persen sementara Kolom Kosong 47,79 Persen.

"Kita berpatokan di C1 dan itu yang diserahkan saksi kami, dan sampai detik ini kita yakin dan haqqul yakin menang semoga hingga beberapa hari kedepan KPU umumkan dan sesuai dengam data real kami," tegasnya.

Terkait dengan sejumlah quick count yang memenangkan kolom kosong, Aru sapaan Farouk M Beta mengajak pihak-pihak lain yang tak menginginkan Appi-Cicu pimpin Makassar agar menghentikan pembetukan opini di masyarakat.

"Beberapa jam kita disibukkan terkait penginputan ini, terus yang beredar itu kan cuma memggunakan beberapa sampel jadi jangan terus membentuk opini di masyarakat," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Alfian
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved