Polda Sulsel Gelar Perkara Korupsi Fee 30 Persen di Mabes Polri Besok

Menurut Dicky usai gelar perkara dilakukan, pihaknya akan menetapkan tersangka dalam kasus yang diduga melibatkan pejabat tersebut.

Polda Sulsel Gelar Perkara Korupsi Fee 30 Persen di Mabes Polri Besok
sanovra/tribuntimur.com
Begini gaya Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto saat menjalani pemeriksaan dan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Reskrimsus Mapolda Sulawesi Selatan, Jl Perintis Kemerdekaan km 16, Makassar, Sulsel, beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggelar perkara pemotongan dana anggaran sosialisasi camat se Kota Makassar di Bareskrim Mabespolri Senin (25/06/2018) besok

"Besok gelar perkara. Ada tiga orang penyidik termasuk Dir Reskrimsus berangkat ke Bareskrim ," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dickh Sondany kepada Tribun, Minggu (24/06/2018).

Menurut Dicky usai gelar perkara dilakukan, pihaknya akan menetapkan tersangka dalam kasus yang diduga melibatkan pejabat tersebut.

"Nanti penetapan setelah proses gelar perkara," ujar Dicky.

Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel sejauh ini telah memeriksa 24 orang saksi, termasuk Wali Kota Makassar,
Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto.

Baca: Wali Kota Makassar dan Pengacara Tegang, DP Serius Baca BAP Dugaan Korupsi Fee 30 %

Selain itu lima orang camat, Bendarhara Kecamatan Kasubag Keuangan Kecamatan dan 1 anggota DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir.

Polda mengusut kasus ini, berawal adanya laporan dari warga, bahwa anggaran kegiatan sosialisasi Kecamatan tahun 2017 di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terjadi pemotongan.

Uang potongan 30 persen pada anggaran itu dari hasil pemeriksaan sementara penyidik, diketahui disetorkan oleh seluruh Kecamatan ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) untuk dikelola.

Diduga kuat pemotongan anggaran Kecamatan tersebut mengalir ke sejumlah pejabat.

Namun hingga saat ini belum diketahui siapa saja pejabat yang ikut keciprat dana hasil pemotongan tersebut. (san)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help