Presiden Jokowi Turunkan Pajak Penghasilan Final UMKM

Poin utama dari aturan tersebut adalah turunnya tarif pajak penghasilan final usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

Presiden Jokowi Turunkan Pajak Penghasilan Final UMKM
fadli/tribuntimur.com
Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas Kanwil DJP Sulselbartra, Agie Sugiha 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Poin utama dari aturan tersebut adalah turunnya tarif pajak penghasilan final usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 1 persen menjadi 0,5 persen.

PP tersebut pengganti PP Nomor 46 Tahun 2013, di mana aturan baru ini efektif berlaku mulai 1 Juli 2018 mendatang.

Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulselbartra, Agie Sugiha membenarkan hal tersebut.

Menuturnya, ketentuan dalam PP 23/2018 mengatur pengenaan pajak penghasilan final bagi wajib pajak yang peredaran bruto atau omzetnya sampai Rp 4,8 miliar dalam satu tahun.

"Adapun ketentuan pertama, penerapan tarif pajak penghasilan final sebesar 0,5 persen dari omzet yang wajib dibayarkan setiap bulan," kata Agie sapaanya.

Regulasi tersebut juga mengatur jangka waktu pengenaan tarif pajak penghasilan final di mana wajib pajak orang pribadi selama 7 tahun, wajib pajak badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer atau firma selama 4 tahun, dan wajib pajak badan berbentuk perseroan terbatas selama 3 tahun.

"Tujuan PP 23/2018 untuk mendorong pelaku UMKM semakin berperan aktif dalam kegiatan ekonomi formal dengan kemudahan pembayaran pajak dan tarif yang lebih baik," katanya.

DJP berharap melalui beban pajak yang lebih ringan, pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya dan melakukan investasi. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help