Ini yang Membuat Utang Luar Negeri Tumbuh Melambat

Dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya menjadi sebesar 180,5 miliar dolar AS atau Rp 2.535,9 triliun (kurs 1 dolar AS = RP 14.049,8)

Ini yang Membuat Utang Luar Negeri Tumbuh Melambat
Gedung Bank Indonesia | KOMPAS/WISNU WIDIANTORO 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pada April 2018 terdapat pelunasan pinjaman dan pelepasan Surat Berharga Negara (SBN) domestik oleh investor asing, pasca kenaikan Fed Fund Rate akhir Maret 2018.

Dengan perkembangan tersebut, Utang Luar Negeri (ULN) Pemerintah pada April 2018 tumbuh melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya menjadi sebesar 180,5 miliar dolar AS atau Rp 2.535,9 triliun (kurs 1 dolar AS = RP 14.049,8)

Direktur Eksekutif Departement Komunikasi BI Agusman dalam siaran persnya, Jumat(22/6/2018) menuturkan, Utang pemerintah itu terbagi dalam SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) yang dimiliki nonresiden sebesar 125,1 miliar dolar AS atau Rp 1.757,6 triliun dan pinjaman dari kreditur asing sebesar 55,4 miliar dolar AS atau Rp 778,3 triliun.

"Pengelolaan ULN secara profesional dan bertanggung jawab dilakukan Pemerintah secara konsisten untuk menjaga sustainabilitas fiskal," katanya.

ULN swasta tumbuh melambat terutama dipengaruhi oleh ULN sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, dan sektor jasa keuangan.

"Secara tahunan, pertumbuhan ULN ketiga sektor tersebut pada April 2018 masing-masing sebesar 2,1%, 4,3%, dan 2,1%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA) mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,4%, relatif sama dengan pangsa pada periode sebelumnya.

Perkembangan ULN Indonesia pada April 2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat.

Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir April 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34%.

Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir April 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,7% dari total ULN.

"Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help