Pilkada Mamasa 2018

Logistik Pilkada Mamasa Mulai Dikirim ke Daerah Terpencil

Pendistribusian logistik ini, mendahulukan delapan kecamatan yang masuk kategori terjauh, terpencil dan atau sulit diakses oleh kendaraan.

Logistik Pilkada Mamasa Mulai Dikirim ke Daerah Terpencil
nurhadi/tribunsulbar.com
Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Mamasa mulai mendistribusikan logistik pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dilangsungkan 27 Juni, Kamis (21/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMASA - Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Mamasa mulai mendistribusikan logistik pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dilangsungkan 27 Juni, Kamis (21/6/2018).

Pendistribusian logistik ini, mendahulukan delapan kecamatan yang masuk kategori terjauh, terpencil dan atau sulit diakses oleh kendaraan.

Pengiriman logistik pilkada tersebut diawali dengan pelepasan secara resmi di halaman kantor KPU Mamasa oleh Ketua KPU Mamasa, Suriani dan Komisioner KPU Sulbar, Farhanuddin.

Hadir dalam acara tersebut para anggota KPU Mamasa, Kapolres Mamasa, AKBP Arianto serta Ketua Panwaslih Mamasa, Patrik.

"Untuk sembilan kecamatan lain juga akan segera dikirim," kata ketua KPU Mamasa, Suriani, kepada TribunSulbar.com.

Anggota KPU Provinsi Sulbar, Farhanuddin hadir dalam acara bersama Kepala Bagian Keuangan, Umum dan Logistik, KPU Sulbar, Djumrah Assak.

" Kesuksesan pilkada juga sangat ditentukan distribusi logistik lancar dan tepat waktu," kata Farhanuddin dalam arahannya saat acara tersebut.

Logistik yang dikirim ke PPK kecamatan tersebut terdiri antara lain, Surat Suara, Alat Coblos, Formulir, dan Tinta.
Peralatan pemungutan dan penghitungan suara tersebut dimasukkan dalam kotak suara dengan tujuan akhir di 488 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

KPU Mamasa menggunakan truk untuk mengangkut kotak - kotak suara tersebut ke tujuh kecamatan masing - masing : Tabulahan, Aralle, Buntu Malangka, Mambi, Bambang, Mehalaan dan Rantebulahan Timur.

"Khusus untuk kecamatan Pana, kita menggunakan mobil khusus, bukan truk, ini karena medan jalan ke sana rusak," kata anggota KPU Mamasa devisi Keuangan Umum dan Logistik (KUL), Jony Rambulangi.

Mobil khusus dimaksud tersebut berupa mobil double cabin yang juga sudah dimodifikasi khusus terutama bagian soubreker ( bagian per mobil,-) sehingga mampu melewati jalan rusak ke kecamatan Pana yang disebut banyak batu besar di badan jalan.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved