Musibah Kapal Tenggelam, Ini Kata Pakar dan Praktisi Keselamatan Maritim

Ada 13 orang dinyatakan tewas dalam kejadian ini, sementara puluhan lainnya dalam keadaan selamat.

Musibah Kapal Tenggelam, Ini Kata Pakar dan Praktisi Keselamatan Maritim
HANDOVER
Pakar dan Praktisi Keselamatan Maritim, Perkumpulan Sarjana Perkapalan dan Maritim Indonesia (Persapmi) Dr Isradi Zainal. 

Khususnya untuk kapal penumpang tradisional. Penyediaan sarana perlengkapan keselamatan bagi kapal diwajibkan untuk kapal besar dan direkomendasikan untuk kapal kecil.

Pelajaran yang bisa dipetik dari kasus ini, pemerintah semestinya hadir untuk mengawasi lalulintas transportasi laut khususnya saat lebaran atau hari besar seperti saat ini.

Baca: Kecelakaan Laut KM Arista, Bro Rivai Ingatkan Manajemen Keselamatan Pelayaran

Dan kalau perlu membantu mempersiapkan/ mengawasai sarana transportasi yang akan digunakan.

Kapal yang bukan untuk peruntukan penumpang agar tidak digunakan untuk mengangkut penumpang kecuali dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan dan sarana lainnya serta di bawah pengawasan yang berwenang.

Pemilik kapal (Nakhoda) agar mencatat semua penumpang yang naik di kapal (manifest kapal) dan tidak memuati kapal melebihi kapasitas karena bisa berdampak kapal tidak stabil saat dihantam ombak dan cuaca.

Kapal traditional yang akan digunakan sebagai kapal untuk mengangkut penumpang agar terdaftar dan dipastikan keselamatannya termasuk keengkapan peralatan keselamatan.

"Untuk setiap kejadian yang menimbukan korban, pemerintah mesti menjadi bagian yang bertanggung jawab. Ke depan agar kejadian ini tidak terulang maka untuk pelayaran traditional meski disiapkan SOP yang mesti diikuti sebelum melakukan pelayaran," tutur Isradi.(*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help