Takbir Keliling Dilarang, Begini Reaksi Pembina Komunitas Motor Vespa BHSC Jeneponto

Ada yang menanggapi santai lantaran dianggap menggangu ketertiban, adapula yang menyayangkan rutinitas tahunan itu dilarang.

Takbir Keliling Dilarang, Begini Reaksi Pembina Komunitas Motor Vespa BHSC Jeneponto
HANDOVER
Pembina Black Horse Scooter Community (BHSC) Jeneponto Mahyuddin Fatshaf Daeng Rate. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Larangan takbir keliling oleh Gubernur Sulsel dan Pemkab Jeneponto ditanggapi beragam oleh sejumlah tokoh pemuda dan komunitas motor di Jeneponto.

Ada yang menanggapi santai lantaran dianggap menggangu ketertiban, adapula yang menyayangkan rutinitas tahunan itu dilarang.

Seperti diungkapkan Pembina Black Horse Scooter Community (BHSC) Jeneponto Mahyuddin Fatshaf Daeng Rate kepada TribunJeneponto.com, Rabu (13/06/2018).

"Tidak seharusnya ada larangan seperti itu. Pemerintah dalam hal ini pihak Polres cukup menertibkan saja peserta takbir keliling misalnya dilakukan pendataan dan pengawalan patwal, saya rasa tidak akan ada masalah," kata Daeng Rate.

Baca: Alasan Kantibmas, Pemprov Sulsel Tiadakan Takbir Keliling

Menurutnya, larangan takbir keliling tidak semestinya diterbitkan lantaran dianggap sudah mentradisi dari tahun ke tahun.

"Tidak seharusnya ada larangan seperti itu, apalagi kita ini di Jeneponto hampir 100 persen muslim yang dimana malam takbiran itu sudah membudaya kita peringati tiap tahunnya," kata Daeng Rate.

Namun, ia tidak menampik adanya beberapa oknum peserta takbir keliling yang cenderung ugal-ugalan.

"Maka dari itu kalau Polres Jeneponto mau tradiski ini tetap ada tidak mesti ada larangan, cukup ditertibkan dan dikawal saya rasa personel Polres Jeneponto mampu untuk lakukan itu," jelasnya.

Baca: Pemkab Jeneponto Larang Warga Takbir Keliling, Begini Reaksi Ketua Muballigh Muda Turatea

Mahyuddin dengan sejumlah anggota BHSC atau pecinta motor Vespa Jeneponto rutin tiap tahunnya mengikuti takbir keliling di ruas jalan poros Jeneponto.

Selain larangan dari Gubernur Sulsel dan Pemkab Jeneponto, Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto melalui Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul, juga mengeluarkan maklumat larangan takbir keliling.

Salah satu poin maklumat itu menyebutkan, melaksanakan takbir di masjid atau tempat ibadah lingkungan masing-masing, tidak melaksanakan takbir keliling dengan menggunakan arak-arakan sepeda motor di jalan dan terhadap oknum masyarakat yang tidak mengindahkan akan dilakukan tindakan keras dan terukur.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help