Inilah Tata Cara dan Niat Shalat Idul Fitri 2018, Jangan Sampai Jumlah Takbir Anda Salah

Nah, sebelum menunaikan agar tidak salah, Anda perlu tahu caranya, sebagaimana berikut ini: Niat salat Id

Inilah Tata Cara dan Niat Shalat Idul Fitri 2018, Jangan Sampai Jumlah Takbir Anda Salah
DOK PRIBADI
Artis Syahrini dan keluarga menunaikan salat Id. 

Ketujuh: Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak 5 kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Alfatihah.

Kedelapan: kemudian membaca surat Alfatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Kesembilan: mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

Kesepuluh: mendengarkah khutbah.

Tata Cara Khutbah

Di antara yang membedakan antara salat Id dan salat sunnah pada umumnya adalah adanya khutbah.

Keberadaan khutbah yang mengiringi pelaksanaan salat bisa dianggap penanda bahwa salat tersebut ada pada momen yang penting, seperti khutbah Jumat yang digelar pada hari berjuluk sayyidul ayyâm (rajanya hari) dan khutbah istisqa’ kala umat Islam dilanda kekeringan.

Idulfitri adalah waktu istimewa.

Karena posisinya yang spesial ini, Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk berduyun-duyun keluar rumah untuk bersama-sama merayakan hari bahagia tersebut.

Perempuan haid juga bisa turut melakukan hal yang sama, meski terpisah dari tempat salat (lihat hadits riwayat Imam Bukhari nomor 928).

Mereka berhak mendengarkan khutbah, melantunkan takbir, doa, atau dzikir lainnya.

Dalam kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji diterangkan bahwa berbeda dari salat jum’at, khutbah pada salat Id dilaksanakan setelah salat dua rakaat usai, bukan sebaliknya.

Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim menjelaskan bahwa Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar juga menunaikan dua salat Id sebelum khutbah.

Hukum khutbah dalam salat Id memang sunnah.

Namun, ketika dikerjakan ia harus tetap memenuhi rukun khutbah.

Rukun khutbah pada salat Id tidak berbeda dari rukun khutbah pada salat Jumat, yakni memuji Allah, membaca shalawat, berwasiat tentang takwa, membaca ayat Alquran pada salah satu khutbah, serta mendoakan kaum Muslimin pada khutbah kedua.

Khatib yang disyaratkan berdiri (bila mampu) saat berkhutbah disunnahkan menyela kedua khutbah dengan duduk sebentar.

Sebagaimana diungkap dalam hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah yang berkata:

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada salat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Pada khutbah pertama khatib disunnahkan memulainya dengan membaca takbir hingga 9 kali, sedangkan pada khutbah kedua membukanya dengan takbir 7 kali.

Saat khutbah berlangsung, jamaah diperintahkan untuk tenang, mendengarkannya secara seksama, agar memperoleh proses kesempurnaan salat Id.

Wallâhu a’lam.(rumasyo.com/nu.or.id)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved