Idulfitri 1439 H

Ini Alasan Pemprov Sulsel Larang Pawai Takbir Keliling

Sesuai surat edaran yang dikeluarkan Pj Gubernur Sulsel, yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota

Ini Alasan Pemprov Sulsel Larang Pawai Takbir Keliling
handover
Surat edaran yang dikeluarkan Pj Gubernur Sulsel, yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di kabupaten dan kota.

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau agar para Bupati, walikota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan untuk tidak mengadakan pawai takbir.

Kebijakan ini adalah hal yang pertama dilakukan oleh Pemerintah Provinsi sebagai pemerintah tettinggi di Sulawesi Selatan.

Hal tersebut dikuatkan dalam surat edaran yang dikeluarkan Pj Gubernur Sulsel, yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di kabupaten dan kota.

Salah satu alasannya, tahun ini adalah sedang berlangsung momentum politik. Dengan menimbang hal itu, dinilai berpotensi menyebabkan timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas).

Himbauan ini tertuang dalam surat Gubernur Sulawesi Selatan yang ditanda tangani oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan Tautoto Tana Ranggina tanggal 8 Juni 2018 dengan Nomor Surat 300/2121-Set/Kesbang.

Dalam surat imbauan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan mengimbau para bupati dan walikota untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban jelang hari raya Idul Fitri serta jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni mendatang.

Mereka juga diimbau untuk memantau perkembangan situasi guna menjaga Trantibmas di wilayah masing-masing.

Kepada wartawan, Sumarsono mengatakan, mengingat takbiran keliling ini merupakan tradisi masyarakat, maka bentuknya berupa imbaun.

"Karena juga merupakan tradisi, bahasanya kita adalah mengimbau untuk sebaiknya tidak dilakukan. Untuk menghindari adanya gesekan karena salah penafsiran," kata Sumarsono.

Pemerintah mengkhawatirkan akan ada pihak-pihak yang akan memanfaatkan dan mengganggu jalan malam takbiran, selian itu takbiran keliling atau pawai pada musim Pilkada dinilai rawan terjadi gesekan.

"Rawan sekali apalagi takbiran pada musim Pilkada seperti ini, karena itu Pemerintah Provinsi sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolda Sulsel untuk mengimbau untuk kiranya tidak takbiran atau konvoi di jalan-jalan," ujarnya.

Sebaiknya kata Soni, takbiran dilalukan di masjid secara khusus sehingga lebih khusyuk tanpa mengurangi makna dan arti takbiran.

Ia menekankan, bahwa tidak ada kata larangan tetapi diimbau untuk tidak dilakukan.

"Kalau dilarangkankan sanksinya ada hukum, kalau imbauan sanksi moralnya saja. Ini untuk keamanan saja dan menghindari gesekan-gesekan yang tidak perlu," pungkasnya. (*)

Penulis: Saldy
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help