Kadernya Fitnah Mentan Selingkuh, Keluarga Besar Alumni Mahasiswa Muhammadiyah Minta Maaf

Ini sungguh sebuah perbuatan tercela dan sangat tidak menjunjung Akhlaqul Karimah yang menjadi prinsip ajaran Islam.

Kadernya Fitnah Mentan Selingkuh, Keluarga Besar Alumni Mahasiswa Muhammadiyah Minta Maaf
handover
Kepala Dinas TPHP Luwu Utara, Agussalim Lambong bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kabupaten Tana Toraja, Selasa (24/4/2018). 

JAKARTA, TRIBUN - Ketua Pengurus Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IKA IMM) Nadjamuddin Ramly yang juga merupakan pengurus Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyampaikan permintaan maaf atas nama keluarga besar Alumni IMM pada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, terkait penyebaran fitnah dan berita bohong (hoax) yang diduga dilakukan oleh seorang kader IMM Jateng.

“Kami dari Keluarga Besar Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memohon maaf dari lubuk hati yang terdalam pada Mentan Andi Amran dengan tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Andi Mahfuri, (kader IMM Jawa Tengah) yang telah menyebarkan berita bohong (fitnah) kepada pribadi Bapak Dr.Ir.Andi Amran Sulaiman melalui media sosial”, kata Najamuddin yang juga dikenal sebagai Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya (WDB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (13/6/2018).

Sebelumnya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melalui Ketua IMM Ali Mutohirin juga menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Pertanian  beserta keluarga, atas kasus penyebaran berita Hoax dan kesalahan dan tindakan terpuji yang telah dilakukan Andi Mahfuri, oknum kader IMM Purworejo dengan meretweet dan menyebarkan berita bohong (hoax) isu perselingkuhan Menteri Pertanian dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Ali Mutohirin berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Kader IMM agar senantiasa menjaga prilaku karakter yang terpuji.

Najamuddin juga merupakan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar Andi Amran Sulaiman yang pasti merasa terganggu dengan beredarnya informasi sesat dan fitnah tersebut.

Menurut pengajar di Universitas Tadulako Palu ini, perbuatan yang dilakukan salah seorang kader IMM tersebut sangatlah tidak terpuji.
“Ini sungguh sebuah perbuatan tercela dan sangat tidak menjunjung Akhlaqul Karimah yang menjadi prinsip ajaran Islam”, katanya.

Dia menambahkan agar kejadian seperti menjadi pembelajaran yang berharga, terutama bagi para kader IMM agar senantiasa menunjukkan perilaku yang terpuji serta memiliki budi pekerti yang mulia dan selalu menerapkan prinsip-pronsip tabayyun (klarifikasi -red) untuk semua perkara dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Seperti diketahui, tim Cyber Crime Polda Metro Jaya telah membekuk Andi Mahfuri (24) di rumahnya di Cepedak, RT 03/01 Purworejo, Jawa Tengah karena terbukti telah menyebar hoax di media sosial.

Pria bernama lengkap Immawan Andi Mahfuri ini memberikan informasi bohong terkait hubungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Bupati Pandeglang, Irna Narulita.

Motif penyebaran berita bohong ini diduga kuat adalah upaya pembunuhan karakter terhadap pribadi Menteri Amran yang selama ini berdiri paling depan dalam melawan kartel, mafia pangan serta korupsi. Hal ini diungkapkan oleh Pakar ekonomi Ichsanudin Noorsy yang mengatakan saat ini yang paling punya kecenderungan berbuat hal tersebut adalah para mafia pangan.

“Menteri Amran saat berhadapan dengan mafia impor, menyusul kebijakannya yang tidak menguntungkan importir bahan pangan. Mereka ini (importir-red) punya kekuatan menggunakan semua saluran untuk membunuh karakter pihak yang dianggap merugikannya. Jadi kemungkinan tersebut sangatlah besar”, katanya. *

Penulis: Alfian
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help