Kapal Tenggelam di Perairan Makassar

Danny Pomanto Imbau Pemilik kapal dan Nakhoda Pehatikan Kapasitas Kapal

Agar memperhatikan standarisasi dan kapasitas kapal, karena hal itu menyangkut keselamatan semua pihak.

Danny Pomanto Imbau Pemilik kapal dan Nakhoda Pehatikan Kapasitas Kapal
handover
Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto langsung mengunjungi korban kapal tenggelam di RS TNI AL- Jala Ammari Lantamal VI Makassar, Rabu (13/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mendengar ada warga Kota Makassar yang menjadi korban tenggelam saat menumpangi kapal jolloro tujuan Pulau Barrang Lompo, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto langsung mengunjungi korban di RS TNI AL- Jala Ammari Lantamal VI Makassar, Rabu (13/6/2018).

Setibanya di lokasi, Danny langsung menemui para korban baik yang masih selamat maupun sudah meninggal dunia.

Danny juga menenangkan para keluarga korban yang menangis atas kepergian sanak saudaranya.

"Kami turut berduka cita, ini sebuah musibah. Saat ini kami mempersiapkan perkuburan dan mendatangkan ambulans kita yang ada di pulau," ucapnya.

Atas peristiwa tersebut, Danny menghimbau kepada para pemilik kapal dan nahkoda agar memperhatikan standarisasi dan kapasitas kapal, karena hal itu menyangkut keselamatan semua pihak.

"Saya juga himbau kepada para penumpang agar tidak ngotot dan berdesak-desakan jika ingin menumpangi kapal," himbau Danny.

Selama kurang lebih dua jam di lokasi, Danny sibuk memantau secara langsung apa yang diperlukan korban dan terus berkoordinasi langsung dengan beberapa camat setempat.

Danny juga berjanji, pemerintah kota akan memberi santunan kepada para korban.

Tak lama kemudian, Pejabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono tiba juga di RS.

Menurut data yang dihimpun tim Basarnas, korban meninggal dunia sementara tercatat 13 orang, dimana para korban kebanyakan balita dan perempuan dewasa.

"Sebenarnya kita perkirakan total penumpang itu idealnya 30-an orang. Tapi kami prediksi ada sekitar 43 orang yang menumpangi kapal Jolloro tadi. Ini tidak sesuai kapasitas kapal," ungkap Amiruddin, Tim Basarnas. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help