Bersihkan Mesin Grinding Rumput Laut, Kaki Karyawan BLG Suppa Pinrang Ini Remuk

mengalami luka berat pada bagian kakinya, usai membersihkan mesin grinding perusahaan rumput laut tersebut

Bersihkan Mesin Grinding Rumput Laut, Kaki Karyawan BLG Suppa Pinrang Ini Remuk
handover
Iwan (24), warga Patommo, Desa Kaliang, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Karyawan perusahaan BLG di Bela-belawa, Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang ini mengalami luka berat pada bagian kakinya, usai membersihkan mesin grinding perusahaan rumput laut tersebut, Selasa (12/6/2018) sekitar pukul 16:30 Wita.

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, SUPPA - Nasib nahas dialami Iwan (24), warga Patommo, Desa Kaliang, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.

Pasalnya, karyawan perusahaan BLG di Bela-belawa, Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang ini mengalami luka berat pada bagian kakinya, usai membersihkan mesin grinding perusahaan rumput laut tersebut, Selasa (12/6/2018) sekitar pukul 16:30 Wita.

Informasi yang dihimpun TribunPinrang.com, Rabu (13/6/2018), kejadian itu bermula saat Iwan bersama dengan rekannya, Afrisal (33) dan Dedi (32) disuruh membersihkan mesin gerinding rumput laut oleh Tenaga Kerja Asing (TKA), Mr Tin.

Saat itu, ketiganya pun berbagi tugas. Afrisal mencari sapu, Dedi membersihkan bagian bawah mesin, dan Iwan disuruh naik ke atas mesin untuk membersihkan kotoran yang melekat di dalamnya.

Tak berselang lama, tiba-tiba Mr Tin langsung menekan tombol power, sehingga mesin gerinding pun berputar dan melukai kaki Iwan (korban).

Sontak saja, Iwan pun berteriak kesakitan. Mendengar hal itu, Mr Tin pun langsung mematikan mesin tersebut.

Setelah itu, para karyawan yang ada di lokasi kejadian berbondong datang menolong dan mengevakuasi korban.

Korban mengalami luka remuk tercabik-cabik pada bagian kakinya.

Saat ini, pelaku telah dirujuk di RSU Makassar setelah melalu perawatan medis di RSUD Andi Makkasau Parepare.

Akibat kejadian tersebut, Mr Tin dilaporkan sebagai terduga pelaku tindak pidana lantaran kealpaannya, sehingga menyebabkan orang lain mendapat luka berat.

"Kami telah mendatangi TKP, mencatat saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan terkait peristiwa itu," tutur Kapolres Pinrang AKBP Adhi Purboyo saat dikonfirmasi TribunPinrang.com.

Ia menyebutkan, tidak ada satu pun orang yang menginginkan kecelakaan. Menurutnya, peristiwa itu masuk dalam kategori musibah dan suratan dari Tuhan.

"Sebagai hamba, seyogyanya menerima musibah ini. Semoga ada hikmahnya," pungkas Adhi.

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help