Akademisi Unhas Asal Pinrang ini Beberkan Cara Wujudkan Pemilih Cerdas dan Pemilu Bermartabat

Untuk mencapai titik pemilih cerdas, terlebih dahulu kita harus menghilangkan ego.

Akademisi Unhas Asal Pinrang ini Beberkan Cara Wujudkan Pemilih Cerdas dan Pemilu Bermartabat
hery syahrullah/tribunpinrang.com
Akademisi Unhas bidang Administrasi Publik, DR Herman Dody (baju putih) dan Ketua PP-KPMP Alimuddin Moteng. 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Akademisi Unhas bidang Administrasi Publik, DR Herman Dody membeberkan indikator yang harus dicapai untuk mewujudkan pemilih cerdas dan penyelenggaraan pemilihan umum yang bermartabat.

Hal itu diutarakan saat menjadi narasumber dalam acara Dialog dan Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat KPMP.

Acara digelar di Hotel M, Jl Jend Sudirman, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6/2018).

"Untuk mencapai titik pemilih cerdas, terlebih dahulu kita harus menghilangkan ego. Baik itu ego emosional, transaksional, maupun fanatik," katanya.

Baca: Lewat Cerdas Cermat, Bawaslu Sulsel Latih Pelajar Luwu Jadi Pemilih Cerdas

Baca: Ketua Bappilu PKS Sulsel Sebut Pemilih Cerdas Sudah Hilang di Kampus

Setelah ketiga hal itu disterilkan dalam diri, ucapnya, maka pemilih selanjutnya harus menentukan pilihan dengan berorientasi pada pengkajian visi misi kandidat, analisa track record, serta paham tentang seluk beluk pemilihan.

"Ketika indikator ini dilakukan, maka sampailah kita pada tahap pemilih cerdas," ujarnya.

Terkait perwujudan pentelenggaraan Pemilu yang bermartabat, lanjutnya, sangat erat kaitannya dengan kualitas kinerja dari seluruh elemen. Baik itu penyelenggara, pemerintah, aparat, kandidat, tim sukses, dan pemilih.

"Semua elemen harus profesional dan proporsional menjalankan perannya masing-masing, agar penyelenggaraan pesta demokrasi itu tampak mulia. Jikalau mulia, tentu saja akan bermartabat," tambahnya.(*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help